Tersenyumlah untuk kehidupan


Erti Kecantikan Sebenar

Adalah kebahagiaan seorang laki-laki ketika Allah menganugrahkannya seorang isteri yang apabila ia memandangnya, ia merasa semakin sayang. Kepenatan selama di luar rumah terkikis ketika memandang wajah isteri yang tercinta. Kesenangan di luar tak menjadikan suami merasa bosan di rumah. Sebab syurga ada di rumahnya; Baiti Jannati (rumahku surgaku).



Kebahagiaan ini lahir dari isteri yang apabila suami memandangnya, membuat suami bertambah kuat jalinan perasaannya. Wajah isteri adalah keteduhan, telaga yang memberi kesejukan ketika suami mengalami kehausan. Lalu apakah yang ada pada diri seorang isteri, sehingga ketika suami memandangnya semakin besar rasa sayangnya? Konon, seorang laki-laki akan mudah terkesan oleh kecantikan wajah. Sempurnalah kebahagiaan seorang laki-laki jika ia memiliki isteri yang berwajah memikat.

Tapi pandangan ini segera dibantah oleh dua hal. Pertama, bantahan berupa fakta-fakta. Dan kedua, bantahan dari sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Konon, Christina Onassis, mempunyai wajah yang sangat cantik. Ia juga memiliki kekayaan yang sangat besar. Mendiang ayahnya meninggalkan harta warisan yang berlimpah, antara lain kapal pesiar pribadi, dan pulau milik pribadi juga. Telah beberapa kali menikah, tetapi Christina harus menghadapi kenyataan pahit. Seluruh pernikahannya berakhir dengan kekecewaan. Terakhir ia menutup kisah hidupnya dengan satu keputusan: bunuh diri.

Kecantikan wajah Christina tidak membuat suaminya semakin sayang ketika memandangnya. Jalinan perasaan antara ia dan suami-suaminya tidak pernah kuat.

Kes ini memberikan ibroh kepada kita bahwa bukan kecantikan wajah secara fizik yang dapat membuat suami semakin sayang ketika memandangnya. Ada yang bersifat psikis, atau lebih tepatnya bersifat qalbiyyah!

Bantahan kedua, sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam“Seorang wanita dinikahi karena empat hal; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang taat beragama nescaya kamu akan beruntung.” (HR. bukhari, Muslim)

Hadist di atas sebagai penguat bahwa kesejukan ketika memandang sehingga perasaan suami semakin sayang, letaknya bukan pada keelokan rupa secara zahir. Ada yang bersifat bathiniyyah.

Dengan demikian wahai saudariku muslimah, tidak mesti kita harus mempercantik diri dengan alat kosmetik atau dengan menggunakan gaun-gaun aduhai yang akhirnya akan membawa kita pada sikap berlebihan pada hal yang halal bahkan menyebabkan kita menjadi lalai dan meninggalkan segala yang bermanfaat dalam perkara-perkara akhirat, wal ‘iyadzubillah. Namun tidak berarti kita meninggalkan perawatan diri dengan menjaga fitrah manusia, dengan menjaga kebersihan, kesegaran dan keharuman tubuh yang akhirnya melalaikan diri dalam menjaga hak suami. Ada yang lebih berarti dari semua itu, ada yang lebih penting untuk kita lakukan demi mendapatkan cinta suami.

Sesungguhnya cinta yang dicari dari diri seorang wanita adalah sesuatu pengaruh yang terbit dari dalam jiwa dengan segala kemuliaannya dan mempunyai harga diri, dapat menjaga diri, suci, bersih, dan membuat kehidupan lebih tinggi di atas egonya.

Untuk itulah saudariku muslimah… Tuangkanlah di dalam dada dan hatimu dengan cinta dan kasih sayang serta tanamkanlah kemuliaan wanita muslimah seperti jiwamu yang penuh dengan kebaikan, perhatian serta kelembutan. Bukankah kita telah melihat contoh-contoh yang gemilang dari peribadi-peribadi yang kuat dari para shahabiyyah radiyallahu ‘anhunna…?

Janganlah engkau penuhi dirimu dengan ahlak yang selalu sedih dan gelisah, banyak pengaduan dan keluh kesah dan selalu mengancam, karena hal tersebut akan menggelapkan hatimu. Tersenyumlah untuk kehidupan. Seperti kuatnya para shahabiyyah dalam menghadapi kehidupan yang keras dan betapa kuatnya wanita-wanita yang lembut itu mempertahankan agamanya…

Perhiasan jiwa, itulah yang lebih utama. Yaitu sifat-sifat dan budi pekerti yang diajarkan Islam, yang diawali dengan sifat keimanan. Sebagaimana firman Allah, (yang artinya) “Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan.” (QS. Al-Hujaraat: 7)

Apabila keimanan telah benar-benar terpatri dalam hati, maka akan tumbuhlah sifat-sifat indah yang menghiasi diri manusia, mulai dari Ketakwaan, Ilmu, Rasa Malu, Jujur, Terhormat, Berani, Sabar, Lemah Lembut, Baik Budi Pekerti, Menjaga Silaturrahim, dan sifat-sifat terpuji lainnya yang tidak mungkin disebut satu-persatu. Semuanya adalah nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada hamba-hambanya agar dapat bahagia hidup di dunia dan akhirat.

Wanita benar-benar sangat diuntungkan, karena ia memiliki kesempatan yang lebih besar dalam hal perhiasan jiwa dengan arti yang sesungguhnya, yaitu ketika wanita memiliki sifat-sifat terpuji yang mengangkat derajatnya ke puncak kemuliaan, dan jauh dari segala sesuatu yang dapat menghancurkanya dan menghilangkan rasa malunya….!

Saudariku… jika engkau telah menikah, maka nasihat ini untuk mengingatkanmu agar engkau selalu menampilkan kecantikan dirimu dengan kecantikan sejati yang berasal dari dalam jiwamu, bukan dengan kecantikan sebab yang akan lenyap dengan lenyapnya sebab.

Saudariku… jika saat ini Allah belum mengurnikan engkau jodoh seorang suami yang soleh, maka persiapkanlah dirimu untuk menjadi istri yang solehah dengan memperbaiki diri dari kekurangan yang dimiliki lalu tutuplah ia dengan memunculkan potensi yang engkau miliki untuk mendekatkan dirimu kepada Yang Maha Rahman, mempercantik diri dengan ketakwaan kepada Allah yang dengannya akan tumbuh keimanan dalam hatimu sehingga engkau dapat menghiasi dirimu dengan akhlak yang mulia.


Leer completo...

Berpurdah..Biar Bernilai Solehah


Satu perkongsian
Ramai wanita yang mengimpikan diri dinobat wanita solehah, tapi malang dalam ia mencari solehah ia tersilap langkah.Sedang ia berusaha memperbaiki diri sendiri, tanpa disedari ia sedang melumurkan najis pada hati sendiri.Kadang-kala hati bergelora inginkan perubahan, namun malangnya kerana kaki yang masih belum mahir berenang, akhirnya lemas di lautan dalam.Sebenarnya kenapakah anda berpurdah?cuba teliti, mungkin ada salah satu jawapan dibawah :

Mungkin kalian ingin menunjukkan pada orang lain bahawa kalian adalah solehah

Mungkin kalian ingin menawan hati lelaki yang beriman

Mungkin ingin dianggap sebagai seorang seorang gadis cantik, kerana kebiasaannya wanita berpurdah di kaitkan dengan seorang yang berwajah cantik

Mungkin ingin lebih menonjol berbanding kawan-kawan yang tidak berpurdah

Atau mungkin juga hanya kerana takut dirogol

Andaikata salah satu jawapan diatas adalah selari dengan apa yang tersemai di hati kalian, tahniah! kerana nafsu kalian telah berjaya menumpaskan iman.

Solehah Bukan Di Mata

Lelaki bukan memandang solehah seorang wanita pada purdah yang dipakai, atau labuhnya jubah yang digandal.Namun solehah itu terletak pada hati.Ramai dikalangan wanita yang memakai purdah, tetapi apabila berbicara dengan lelaki, MasyaAllah! jauh sekali dengan penampilan, hanya indah khabar dari rupa, hidup hanya untuk sedap di pandang mata.Sahabat, bukan begitu caranya mejadi wanita solehah.

Tak kurang juga yang memakai sarung lengan, sepatutnya bila kalian memakainya, cubalah kalian sembunyikan menggunakan lengan baju dengan semampunya.Inikan tidak, lengan baju yang elok kalian sinsingkannya(lipatkan untuk menampakkan sarung lengan).Untuk apa?untuk menunjuk-nunjuk?.Kalau begitu sama sahaja kalian dengan Mami Jarum yang suka menunjukkan perhiasannya.Dan kalian akan bersama-sama golongan seperti mereka menghirup azab api neraka.

Bukanlah bermakna saya menafikan kebaikan berpurdah atau tidak menyukainya, namun peringatan agar dalam melakukan sesuatu keharusan kita tidak menambahkan lagi dosa.Biarlah sucinya hati itu sesuci pakaian yang ada di tubuhnya, walaupun kita mengerti bahawa begitu sukar untuk mendapatkannya, tapi kita mesti teruskan usaha.Sesungguhnya Allah senantiasa bersama sangkaan hambanya.

Ikhlas Menutup Pintu Fitnah, 

Pemakaian purdah sebenarnya bertujuan untuk menutup pintu fitnah, bukan menambahkan lagi kuantiti wanita yang bergelar solehah hanya di wajah.Sekalipun kalian berpurdah, belum tentu kalian memakainya semata-mata kerana Allah,renungkanlah apakah sikap dan sifat di bawah adalah kelakuan kalian :

Suka mengupload gambar berpurdah/berpenampilan solehah di Facebook
Menampakah wajah tanpa purdah kepada lelaki muhrim yang dicintai melalui Yahoo Mesengger atau sebagainya
Memakai purdah hanya di tempat-tempat tertentu
Memberikan gambar yang berpenampilan solehah kepada lelaki muhrim

Andaikata salah satu atau lebih daripada ciri-ciri yang saya berikan adalah wujud dalam diri kalian, maka muhasabahlah dan bertaubatlah kepada Allah memohon keampunan.Sesungguhnya mereka yang berpurdah itu hakikatnya mereka ingin menutup pintu fitnah pada diri mereka, tidak ingin dilihat oleh lelaki sekalipun wajah itu adalah ruangan halal untuk di zahirkan.Apatah lagi untuk dikongsi-kongsikan.Saya sebagai lelaki tahu untuk memikirkan, kenapakah kalian tidak pernah terfikir di benak fikiran?

Maksiat Di Sebalik Tudung

Fenomena yang tidak asing lagi mewarnai wanita bertudung, ada sebahagian wanita yang mengambil kesempatan bertudung untuk melindungi dirinya daripada disangka buruk bila bersama-sama dengan lelaki, sehingga tudung itulah yang dijadikan penutup wajah lelaki yang bersembunyi di sebalik tudungnya, membenarkan teman lelaki memuaskan nafsu serakahnya, bahkan ada yang jadikan tudung sebagai pakaian untuk mengaburkan mata manusia daripada mengetahui bahawa ia sedang hamilkan anak luar nikah.Kalau pakai tudung, orang takkan nampak ada dua tangan jantan yang sedang memegang "tombol" api neraka di badannya.Wanita inilah yang menodai kesucian mereka yang benar-benar memakainya kerana mematuhi syariat Allah.Demikianlah wanita yang bergelar calon ahli neraka yang akan menerima azab siksaan hari akhirat nanti.Ambillah nasihat yang baik daripada bicaraku ini.

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri” (Al-Baqarah [2]: ayat 222)

Sumber : http://abdullahmahdi.com
Leer completo...

Cara Syaitan Membuka Aurat Wanita

Syaitan dalam menggoda manusia memiliki berbagai cara strategi, dan yang sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki kecenderungan mengajak kepada keburukan (ammaratun bis su'). Syaitan seakan mengetahui kecenderungan nafsu kita, dia terus berusaha agar manusia keluar dari garis yang telah ditentukan Allah, termasuk melepaskan hijab atau pakaian muslimah.  

Berikut adalah cara bertahap: 

I. Menghilangkan Definisi Hijab
Dalam tahap ini syaitan membisikkan kepada para wanita, bahawa pakaian apapun termasuk hijab (penutup) itu tidak ada kaitannya dengan agama, ia hanya sekadar pakaian atau gaya hiasan bagi para wanita. Jadi tidak ada pakaian syar'i, pakaian, dengan apa pun bentuk dan namanya tetap pakaian.

Sehingga akibatnya, ketika zaman telah berubah, atau kebudayaan manusia telah berganti, maka tidak ada masalah pakaian ikut ganti juga. Demikian pula ketika seseorang berpindah dari suatu negeri ke negeri yang lain, maka harus menyesuaikan diri dengan pakaian penduduknya, apapun yang mereka pakai. Berbeza
halnya jika seorang wanita berkeyakinan, bahawa hijab adalah pakaian syar'i (identiti keislaman), dan memakainya adalah ibadah bukan sekadar gaya ( fesyen ). Biarpun hidup bila saja dan di mana saja, maka hijab syar'i tetap dipertahankan. .

Apabila seorang wanita masih bertahan dengan prinsip hijabnya, maka syaitan beralih dengan strategi yang lebih halus. Caranya?

Pertama, Membuka Bahagian Tangan
Telapak tangan mungkin sudah kebiasaannya terbuka, maka syaitan membisikkan kepada para wanita agar ada sedikit peningkatan model yakni membuka bahagian hasta (siku hingga telapak tangan). "Ah tidak ! apa-apa, kan masih pakai jilbab dan pakai baju panjang? Begitu bisikan syaitan. Dan benar si wanita akhirnya memakai pakaian model baru yang menampakkan tangannya, dan ternyata para lelaki melihatnya juga seperti biasa saja. Maka syaitan berbisik," Tu.. tidak apa-apa kan?

Kedua, Membuka Leher dan Dada
Setelah menampakkan tangan menjadi kebiasaan, maka datanglah syaitan untuk membisikkan perkara baru lagi. "Kini buka tangan sudah menjadi lumrah, maka perlu ada peningkatan model pakaian yang lebih maju lagi, yakni terbuka bahagian atas dada kamu." Tapi jangan sebut sebagai pakaian terbuka, hanya sekadar sedikit untuk mendapatkan hawa, agar tidak panas. Cubalah! Orang pasti tidak akan peduli, sebab hanya sebahagian kecil sahaja yang terbuka.

Maka dipakailah pakaian fesyen terbaru yang terbuka bahagian leher dan dadanya dari yang fesyen setengah lingkaran hingga yang fesyen bentuk huruf "V" yang tentu menjadikan lebih terlihat lagi bahagian sensitif lagi dari dadanya.

Ketiga, Berpakaian Tapi Telanjang
Syaitan berbisik lagi, "Pakaian mu hanya gitu-gitu saja, yak "cool" cari fesyen atau bahan lain yang lebih bagus! Tapi apa ya? Si wanita berfikir. "Banyak fesyen dan kain yang agak tipis, lalu bentuknya dibuat yang agak ketat biar lebih sedap/cantik dipandang," syaitan memberi idea baru.

Maka tergodalah si wanita, di carilah fesyen pakaian yang ketat dan kain yang tipis bahkan transparent. "Mungkin tak ada masalah, kan potongan pakaiannya masih panjang, hanya bahan dan fesyennya saja yang agak berbeza, biar nampak lebih feminin," begitu dia menokok-nambah. Walhasil pakaian tersebut akhirnya membudaya di kalangan wanita muslimah, makin hari makin bertambah ketat dan transparent, maka jadilah mereka wanita yang disebut oleh Nabi sebagai wanita
kasiyat 'ariyat (berpakaian tetapi telanja! ng).

Keempat, Agak di Buka Sedikit
Setelah para wanita muslimah mengenakan pakaian yang ketat, maka syaitan datang lagi. Dan sebagaimana biasanya dia menawarkan idea baru yang sepertinya "cool" dan "vogue", yakni dibisiki wanita itu, "Pakaian seperti ini membuat susah berjalan atau duduk, soalnya sempit, apa tak sebaiknya di belah hingga lutut atau mendekati paha?" Dengan itu kamu akan lebih selesa, lebih kelihatan lincah dan energik." Lalu dicubalah idea baru itu, dan memang benar dengan dibelah mulai dari bahagian bawah hingga lutut atau mendekati paha ternyata membuat lebih selesa dan leluasa, terutama ketika akan duduk atau naik kenderaan. "Yah.... tersingkap sedikit tak apa-apa lah, yang penting enjoy," katanya.

Inilah tahapan awal syaitan merosak kaum wanita, hingga tahap ini pakaian masih tetap utuh dan panjang, hanya fesyen, corak, potongan dan bahan saja yang dibuat berbeza dengan hi! jab syar'i yang sebenarnya. Maka kini mulailah syaitan pada tahap berikutnya.

II. Terbuka Sedikit Demi Sedikit
Kini syaitan melangkah lagi, dengan tipu daya lain yang lebih "power", tujuannya agar para wanita menampakkan bahagian aurat tubuhnya.

Pertama, Membuka Telapak Kaki dan Tumit
Syaitan Berbisik kepada para wanita, "Baju panjang benar-benar tidak selesa, kalau hanya dengan membelah sedikit bahagiannya masih kurang leluasa, lebih elok kalau dipotong sahaja hingga atas mata kaki." Ini baru agak longgar. "Oh...... ada yang yang terlupa, kalau kamu pakai baju sedemikian, maka jilbab yang besar tidak sepadan lagi, sekarang kamu cari jilbab yang kecil agar lebih serasi dan sepadan, ala....... orang tetap menamakannya dengan jilbab."

Maka para wanita yang terpengaruh dengan bisikan ini terburu-buru mencari fesyen ! pakaian yang dimaksudkan. Tak ketinggalan kasut tumit tinggi, yang kalau untuk berjalan, dapat menarik perhatian orang.

Kedua, Membuka Seperempat Hingga Separuh Betis
Terbuka telapak kaki telah biasa ia lakukan, dan ternyata orang yang melihat juga tidak begitu ambil peduli. Maka syaitan kembali berbisik, "Ternyata kebanyakan manusia menyukai apa yang kamu lakukan, buktinya mereka tidak ada reaksi apa-apa, kecuali hanya beberapa orang. Kalau langkah kakimu masih kurang leluasa, maka cubalah kamu cari fesyen lain yang lebih menarik, bukankah kini banyak skirt separuh betis dijual di pasaran? Tidak usah terlalu terdedah, hanya terlihat kira-kira sepuluh centimetre saja." Nanti kalau sudah biasa,
baru kamu cari fesyen baru yang terbuka hingga separuh betis."

Benar-benar bisikan syaitan dan hawa nafsu telah menjadi penasihat peribadinya, sehingga apa yang saja yang dibisikkan syaitan dalam jiwan! ya dia turutkan. Maka terbiasalah dia memakai pakaian yang terlihat separuh betisnya kemana saja dia pergi.

Ketiga, Terbuka Seluruh Betis
Kini di mata si wanita, zaman benar-benar telah berubah, syaitan telah berhasil membalikkan pandangan jernihnya. Terkadang si wanita berfikir, apakah ini tidak menyelisihi para wanita di masa Nabi dahulu. Namun bisikan syaitan dan hawa nafsu menyahut, "Ah jelas tidak, kan sekarang zaman sudah berubah, kalau zaman dulu para lelaki mengangkat pakaiannya hingga setengah betis, maka wanitanya harus menyelisihi dengan menjulurkannya hingga menutup telapak kaki, tapi kini lain, sekarang banyak lelaki yang menurunkan pakaiannya hingga bawah mata kaki, maka wanitanya harus menyelisihi mereka iaitu dengan mengangkatnya hingga setengah betis atau kalau perlu lebih ke atas lagi, sehingga nampak seluruh betisnya."

Tetapi? apakah itu tidak menja! di fitnah bagi kaum lelaki," bersungut. "Fitnah? Ah...... itu kan zaman dulu, di masa itu kaum lelaki tidak suka kalau wanita menampakkan auratnya, sehingga wanita-wanita mereka lebih banyak di rumah dan pakaian mereka sangat tertutup. Tapi sekarang sudah berbeza, kini kaum lelaki kalau melihat bahagian tubuh wanita yang terbuka, malah senang dan mengatakan ooh atau wow, bukankah ini bererti sudah tidak ada lagi fitnah, kerana sama- sama suka? Lihat saja fesyen pakaian di sana-sini, dari yang di pasar malam hingga yang berjenama di pusat membeli belah, semuanya memperagakan fesyen yang dirancang khusus untuk wanita maju di zaman ini. Kalau kamu tidak mengikutinya, akan menjadi wanita yang ketinggalan zaman."

Demikianlah, maka pakaian yang menampakkan seluruh betis akhirnya menjadi kebiasaan, apalagi ramai yang memakainya dan sedikit sekali orang yang mempersoalkannya. Kini tibalah saatnya syaitan melancarkan tahap terakhir dari tipu dayannya untuk melucuti hijab wanita.

III. Serba Mini
Setelah pakaian yang menampakkan betis menjadi pakaian sehari- harian dan dirasa biasa-biasa saja, maka datanglah bisikan syaitan yang lain. "Pakaian memerlukan variasi, jangan yang itu-itu saja, sekarang ini fesyen skirt mini, dan agar sepadan, rambut kepala harus terbuka, sehingga benar-benar kelihatan indah."

Maka akhirnya skirt mini yang menampakkan bahagian bawah paha dia pakai, bajunya pun bervariasi, ada yang terbuka hingga lengan tangan, terbuka bahagian dada sekaligus bahagian punggungnya dan berbagai fesyen lain yang serba pendek dan mini. Koleksi pakaiannya sangat beraneka ragam, ada pakaian untuk berpesta, bersosial, pakaian kerja, pakaian rasmi, pakaian malam, petang, musim panas, musim sejuk dan lain-lain, tak ketinggalan seluar pendek separuh paha pun dia miliki, fesyen dan warna rambut juga ikut bervariasi, semuanya telah dicuba. Begitulah sesuatu yang sepertinya mu! stahil untuk dilakukan, ternyata kalau sudah dihiasi oleh syaitan, maka segalanya menjadi serba mungkin dan diterima oleh manusia.

Hingga suatu ketika, muncul idea untuk mandi di kolam renang terbuka atau mandi di pantai, di mana semua wanitanya sama, hanya dua bahagian paling ketara saja yang tersisa untuk ditutupi, kemaluan dan buah dada. Mereka semua mengenakan pakaian yang sering disebut dengan "bikini". Kerana semuanya begitu, maka harus ikut begitu, dan na'udzubillah bisikan syaitan berhasil, tujuannya tercapai, "Menelanjangi Kaum Wanita."

Selanjutnya terserah kamu wahai wanita, kalian semua sama, telanjang di hadapan lelaki lain, di tempat umum. Aku berlepas diri kalau nanti kelak kalian sama-sama di neraka. Aku hanya menunjukkan jalan, engkau sendiri yang melakukan itu semua, maka tanggung sendiri semua dosamu" Syaitan tak ingin ambil risiko.

Penutup
Demikian halus,! cara yang digunakan syaitan, sehingga manusia terjerumus dalam dosa tanpa terasa. Maka hendaklah kita semua, terutama orang tua jika melihat gejala menyimpang pada anak-anak gadis dan para wanita kita sekecil apapun, segera secepatnya diambil tindakan. Jangan biarkan berlarut-larutan, kerana kalau dibiarkan dan telah menjadi kebiasaan, maka sakan menjadi sukar bagi kita untuk mengatasinya. Membiarkan mereka membuka aurat bererti merelakan mereka mendapatkan laknat Allah, kasihanilah mereka, selamatkan para wanita muslimah, jangan jerumuskan mereka ke dalam kebinasaan yang menyengsarakan, baik di dunia mahupun di akhirat.

Wallahu a'lam bisshawab.

Sumber idea dan buah fikiran: Kitab "At ta'ari asy syaithani", Adnan ath-Thursyah
Leer completo...

MUSLIMAH SEJATI, WANITA YANG DIKASIHI & WANITA SOLEHAH

Muslimah sejati akan menghiasi keperibadiannya dengan budi pekerti yang luhur dan keimanan yang murni. Fitrah kasih sayang tersimpan dalam perasaannya yang halus sehingga membuahkan kelembutan dan kehalusan perasaan insaniah. Jika sentiasa dijaga dengan didikan syariah, mereka akan menghiasi taman syurgawi di akhirat nanti. Alangkah indahnya dunia ini jika dihiasi muslimah solehah yang berpegang teguh dengan ajaran Islam dan menghiasi bibirnya dengan perkataan yang mulia dan berzikir. Hatinya tunduk dan patuh dengan perintah Allah SWT dan menjalankan kewajipan insani sesuai dengan ketentuanNya.

Muslimah sejati bagaikan bunga yang mekar menguntum menceriakan suasana dan taman-taman. Personaliti wanita idaman bagaikan kiambang bertaut setelah biduk berlalu. Betapapun cabaran dan dugaan yang mesti ditempuh, namun kebulatan tekad menyatukan kembali hasrat kebenaran di dalam nurani. Ketaatannya menyejukkan kalbu, bagaikan titisan embun di pagi yang dingin sehingga menjadi suri teladan generasi yang akan datang. Perhatian Islam terhadap wanita tidak sekadar melepaskannya dari lembah bernoda menuju kedudukan yang mulia. Namun lebih daripada itu, wanita diberikan keistimewaan dalam merealisasikan fantasi dan impiannya. Anugerah keringanan dan keistimewaan itu memberikan keselesaan kepada wanita dalam menjalani tugas dan tanggungjawabnya.


WANITA YANG DIKASIHI 
Wanita bagaikan permata yang lama terkubur di lembah kejahilan. Kehidupannya kembali mewangi ibarat sekuntum bunga yang mekar setelah disinari cahaya oleh insan yang berbudi luhur. Rasulullah SAW telah mengangkat darjat wanita ke tahap yang paling tinggi, sehingga pengorbanan wanita selalu dikenang oleh setiap insan, kelembutannya menyejukkan hati bila memandang. Tiada seorang wanita pun yang ingin diseksa dengan penuh kehinaan lantaran dosa yang dikerjakan. Namun ramai wanita yang suka mendedahkan aurat, melakukan dosa-dosa lain yang menyebabkan ia menjadi penghuni neraka. Hanya wanita yang memahami hakikat kewanitaannya akan menghargai dirinya sendiri dan membimbing dirinya ke jalan yang diredhai Allah. 



WANITA SOLEHAH 


Wanita solehah merupakan calon penghuni syurga, menjadi dambaan insan yang beriman bagaikan teratai mekar di tasik madu. Keindahan akhlaknya memancarkan keluhuran nurani, menyejukkan hati dan penyeri budi pekerti. Ucapannya menepis fitnah dan kemungkaran, membuahkan hikmah umpama senandung rindu syair keinsafan. Setiap nasihat dan wasiat yang disampaikan Rasulullah SAW menjadi pelita dalam kehidupan seorang wanita solehah. Buaian nafsu dan kenikmatan dunia bagaikan biasan cahaya yang tidak meninggalkan bekas dalam sanubarinya. Kezuhudannya tersimpan rapi dalam mahligai impian untuk dinikmati dalam taman-taman syurgawi. 


Semoga menjadi pedoman wanita yang ingin menjadi remaja cemerlang, isteri solehah, dan ibu yang penyayang, InsyaAllah.
Leer completo...

Memilih Pasangan


Mencari pasangan hidup bukan mudah. Pasangan hidup maknanya pasangan untuk hidup bersama. Bukan sekejap. Jika umur panjang mungkin bersama sehingga 50 tahun. Bangun bersama, makan bersama, berbual bersama, tidur bersama. Berkongsi anak, berkongsi rumah, berkongsi rasa, berkongsi kasih.
Rasulullah saw dalam sebuah hadis yang sentiasa dirujuk menjelaskan mengenai sifat isteri yang baik (termasuk suami): 
"Seseorang lelaki itu tidak akan mendapat apa-apa kebaikan selepas bertakwa kepada Allah selain daripada isteri yang salihah; jika disuruh oleh suami ia taat, jika suami melihat kepadanya ia menyenangkan; jika dicumbuinya ia dapat membuktikan kesucian dirinya dan jika ditinggalkan pergi oleh suaminya ia akan menjaga diri dan harta suaminya."Apa tujuan berumahtangga?
“Begin with the end in mind“, adalah slogan kita untuk menepatkan matlamat kehidupan dan segenap peringkat perjalanannya.
Soal menentukan matlamat yang tepat, tidaklah begitu susah.
Berkahwin kerana harta? Harta bukan sumber bahagia. Donald Trumph yang kaya raya itu pun pernah mengeluh dalam temubualnya bersama John C. Maxwell, “aku melihat ramai orang yang lebih gembira hidupnya dari hidupku. Padaku mereka itulah orang yang berjaya. Tetapi semua orang mahu menjadi aku”
Harta bukan matlamat atau pertimbangan utama dalam menentukan pemilihan pasangan.
Berkahwin kerana keturunan? Keturunan bukan jaminan sumber bahagia. Syarifah hanya boleh berkahwin dengan Syed? Puteri hanya layak untuk Megat? Atau pantang keturunan berkahwin dengan ahli muzik bak kata Mak Dara? Soal keturunan bukan penentu mutlak kerana setiap manusia lahir dengan fitrah yang satu dan murni, lantas setiap mukallaf dan mukallafah mampu kembali kepada kemurnian itu, biar pun lahir ke dunia tanpa bapa yang sah sekali pun.
Keturunan bukan matlamat atau pertimbangan utama dalam menentukan pemilihan pasangan.
Berkahwin kerana [1] kecantikan? Ahh, yang ini rumit barangkali. Cinta itu dari mata turun ke hati. Maka mata pemutus pertama. Jika berkenan di mata, mudahlah mata memujuk hati.
Tetapi selama mana kecantikan menyenangkan kehidupan? Kecantikan, biar secantik mana pun, akan pudar dengan perjalanan masa. Kecantikan, biar secantik mana sekali pun, boleh dicabar oleh naluri manusia yang mudah kalah dengan alasan JEMU.
Mahu berkahwin sementara cantik, dan buang selepas cantik dan kacak bergaya itu dimamah usia?
Cantik bukan sumber bahagia, ia bukan matlamat atau pertimbangan utama dalam menentukan pemilihan pasangan.
“Maka pilihlah yang memiliki agama… nescaya sejahtera hidupmu”, pesan Nabi SAW.
Benar sekali, pilihlah yang beragama.
“Maka saya kena kahwin dengan ustazah, saya kena kahwin dengan ustaz!”, kata seorang pelajar ‘bidang bukan agama’.
Dalam sebuah hadis diriwayatkan oleh Ibnu Majah Rasulullah bersabda: 
"Janganlah kamu berkahwin dengan seorang wanita kerana kecantikannya semata-mata, kerana kecantikan akan memusnahkan dirinya; janganlah kamu berkahwin dengan wanita kerana hartanya, kerana kekayaan itu akan membuatnya derhaka. Kahwinilah seorang wanita kerana agamanya kerana sesungguhnya seorang hamba perempuan berkulit hitam dan cuping telinga berlubang besar yang baik penghayatan agamanya lebih baik dikahwini."
PENYAKIT “TIDAK JELAS”
Setelah begitu tepat sekali kita menolak harta, keturunan dan rupa paras sebagai sebab untuk memilih pasangan, tibalah kita kepada masalah paling besar [2] menguruskan fikiran tentang perkahwinan, iaitu penyakit “tidak jelas”, apabila tiba kepada soal beragama.
Apakah yang memiliki agama itu mesti seorang yang ustazah atau ustaz?
Maka berkahwin dengan golongan ini, jaminan bahagia. Benarkah begitu?
Di sinilah penting untuk kita bezakan golongan yang TAHU agama, MAHU beragama dan MAMPU dalam beragama.
Soal mendapatkan ilmu sebagai jalan beragama, adalah prinsip besar di dalam Islam. Lihat sahaja langkah pertama proses wahyu, ia bermula dengan perintah BACA sebagai wasilah menggarap pengetahuan.
Tetapi apakah TAHU itu merupakah maksud kita beragama dengan agama Islam ini?
Sejauh mana gred ‘A’ yang digarap dalam subjek “PengeTAHUan Agama Islam” menjadi bekal dan perisai generasi Muslim dalam beragama?
“Yang memiliki agama” itu lebih luas dari sekadar sempadan tahu agama. Ia adalah soal
MAHU yang menjadikan pengetahuan agama itu dihayati, dan MAMPU dalam erti dia sentiasa bermujahadah untuk memperbaiki diri.
Maka janganlah disempitkan maksud mencari yang beragama itu hanya pada mereka yang berlabelkan “jenama TAHU agama” tetapi apa yang lebih penting adalah mereka yang MAHU dan terbukti pada perbuatan hariannya dia sentiasa berusaha menuju MAMPU.
Dia mungkin seorang ustazah.
Dia juga mungkin seorang jurutera dan doktor.
Dia mungkin bertudung labuh.
Dia juga mungkin belum bertudung tetapi sentiasa mencari jalan untuk menuju kesempurnaan kebaikan. Dia seorang yang membuka dirinya untuk dibimbing dan diajar. Seorang yang ‘teachable“.
HANYA ‘BERAGAMA’?
Ada pula yang menyangka bahawa kebahagiaan rumahtangga itu terletak pada beragamanya pasangan kita. Soal harta, keturunan dan rupa paras tidak punya sebarang makna.
Maka jadilah seorang perempuan itu fasih lidahnya tentang agama dan rapi pakaiannya sebagai isyarat dia beragama, tetapi dia tidak mengetahui nilai harta. Dia boros dan tidak bijak menguruskan harta rumahtangganya.
Dia nampak elok beragama, malah mungkin seorang pejuang agama, tetapi dia tidak peduli nilai keturunan dan kekeluargaan. Dia tidak menghargai keluarganya sendiri, tidak menghargai keluarga suami atau juga keluarga isteri. Padanya, soal keluarga dan keturunan bukan urusan agama.
Dia bijak dalam memperkatakan tentang agama, tetapi dia menjadikan alasan agama untuk tidak peduli kepada penampilan diri. Pakaiannya selekeh atas nama agama, kulitnya tidak dijaga bersih, beralasankan agama. Jika perempuan, dia tidak peduli untuk mewangikan diri atau bersolek mengemas diri, kerana padanya itu semua bukan kehendak agama, dan si suami menikahinya bukan kerana itu. Saban hari mukanya bertepek dengan bedak sejuk dan tubuhnya bersarung baju kelawar. Hambar..
Jika lelaki, dia biarkan diri selekeh dan sentiasa berkemban di dalam kain pelekat dan baju pagoda, membiarkan bau peluh jantannya tidak berbasuh, kerana semua itu tiada kena mengena dengan agama.
Jadilah agama, sebagai alasan untuk sebuah rumahtangga itu menjadi rumahtangga terhodoh, terburuk dan terselekeh… atas nama berkahwin kerana beragama.

Leer completo...

“GANJARAN SEORANG ISTERI” ~ Hargailah isteri

Buat para zauj... 
Hargailah zaujah anda......

Mulianya seorang isteri disisi Allah... Dan betapa berharganya wanita yang bergelar isteri ini pada keluarga, suami dan anak-anak Rugi dan binasalah suami-suami yang tidak menghargai isteri mereka kerana isteri inilah yang akan membantu mereka di akhirat kelak. Biarlah buruk mana isteri anda, sayangilah mereka.....

Beruntungnya seorang wanita yg ada rahim ini ialah dia bekerja dengan Tuhan... jadi 'kilang ' manusia.. Tiap-tiap bulan dia diberi cuti bergaji penuh... 7 sehingga 15 hari sebulan dia tak wajib sembahyang tetapi Allah anggap diwaktu itu sembahyang terbaik darinya. Cuti bersalin juga sehingga 60 hari. Cuti ini bukan cuti suka hati tapi cuti yang Allah beri sebab dia bekerja dengan Allah. Orang lelaki tak ada cuti dari sembahyang.. . sembahyang wajib baginya dari baligh sehingga habis nyawanya.

Satu lagi berita gembira untuk wanita, Sepanjang dia mengandung Allah sentiasa mengampunkan dosanya, Lahir saja bayi seluruh dosanya habis. Inilah nikmat Tuhan beri kepada wanita, jadi kenapa perlu takut nak beranak?

Marilah kita pegang kepada tali Allah. Seandainya wanita itu mati sewaktu bersalin, itu dianggap mati syahid, Allah izinkan terus masuk Syurga. Untuk orang kafir dia tak dapat masuk Syurga tapi Allah beri kelonggaran siksa kubur. Untuk peringatan semua wanita yang bersuami seluruh kebaikan suaminya, semuanya isteri dapat pahala tetapi dosa-dosa suami dia tak tanggung.

Diakhirat nanti seorang wanita solehah akan terperanjat dengan pahala extra yang banyak dia terima diatas segala kebaikan suaminya yang tak disedari. Contohnya bila dia redho suaminya pergi berjemaah di masjid atau ke majlis ilmu, bersedekah.. ganjaran Alah keatasnya jua..

Bila dia lihat suaminya tengah terhegeh-hegeh di titian Sirat dia tak nak masuk syuga tanpa suaminya, jadi dia pun memberi pahalanya kepada suami untuk lepas masuk syurga. Didunia lagi, kalau suami dalam kesusahan isteri boleh bantu tambah lagi di akhirat. Kalau seorang isteri asyik merungut,mulut selalu muncung terhadap suami dia tak akan dapat pahala extra ini.

Manakala suami pula mempunyai tugas-tugas berat didalam dan diluar rumah, segala dosa-dosa anak isteri yang tak dididik dia akan tanggung ditambah lagi dengan dosa-dosa yang lain.. Dinasihatkan kepada semua wanita supaya faham akan syariat Allah agar tidak derhaka denganNya.

Sesungguhnya wanita dijadikan daripada rusuk kiri lelaki. Dia bukan dicipta dari kepala ke kaki,juga bukan dari tapak kaki. Dia dicipta dari sebelah rusuk kiri lelaki supaya dia hampir kepada kamu(lelaki) ,lengan lelaki dicipta untuk mempertahankan wanita,dekat dengan hati lelaki untuk disayangi.

Woman was made from the rib of man, She was not created from his head to top him, Nor form his feet to be stepped upon, S he was made from his side to be close to him, From beneath his arm to be protected by him, Near his heart to be loved by him.

" Wahai Tuhan...
ku tak layak ke syurgamu ...
namun tak pula aku sanggup ke nerakamu...
kamilah hamba yang mengharap belas darimu ....

"Ya Allah...
jadikanlah kami hamba2 mu yang bertaqwa ..
ampunkan dosa2 kami, kedua ibubapa kami,
dosa semua umat2 islam yang masih hidup mahupun yang telah
meninggal dunia"......

Kubur itu gelap, cahayanya ialah Laa Ilaaha IllalLah. Jika diletakkan langit dan bumi di sebelah dacing, dan kalimah ini di sebelah yang satu lagi, pasti lebih berat lagi nilai kalimah 'Laa ilaaha illalLah' ini... Rasulullah saw. bersabda mafhumnya):"Wahai manusia! Ucaplah 'Laa ilaaha illalLah', kamu pasti berjaya!"
Marilah kita ucapkan kalimah ini:
"Laa ilaaha illallah!" x 10
Leer completo...

Carilah Iman Yang Separuh Lagi

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim

Sahabat,

Ketika salah seorang sahabat bernama Ukaf bin Wida’ah al-Hilali menemui Rasulullah saw dan mengatakan bahwa ia belum menikah, beliau bertanya, “Apakah engkau sehat dan mampu?” Ukaf menjawab, “Ya, alhamdulillah.” Rasulullah saw bersabda, “Kalau begitu, engkau termasuk teman setan. Atau engkau mungkin termasuk pendeta Nasrani dan engkau bagian dari mereka. Atau (bila) engkau termasuk bagian dari kami, maka lakukanlah seperti yang kami lakukan, dan termasuk sunnah kami adalah menikah. Orang yang paling buruk diantara kamu adalah mereka yang membujang. Orang mati yang paling hina di antara kamu adalah orang yang membujang.” Kemudian Rasulullah saw menikahkannya dengan Kultsum al-Khumairi. (HR Ibnu Atsir dan Ibnu Majah)

Anas bin Malik ra berkata, telah bersabda Rasulullah saw, “Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.” (Hadist Riwayat Thabrani dan Hakim)

Pernah suatu ketika tiga orang shahabat datang bertanya kepada istri-istri Nabi saw tentang peribadatan beliau. Setelah mendapat penjelasan, masing-masing ingin meningkatkan peribadatan mereka. Salah seorang berkata, “Adapun saya, akan puasa sepanjang masa tanpa putus.” Yang lain berkata, “Adapun saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan kawin selamanya.” Ketika hal itu didengar oleh Nabi saw, beliau keluar seraya bersabda, “Benarkah kalian telah berkata begini dan begitu? Demi Allah, sesungguhnya akulah yang paling takut dan taqwa diantara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku shalat dan aku juga tidur dan aku juga mengawini perempuan. Maka barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Ibnu Mas’ud ra pernah berkata, “Jika umurku tinggal sepuluh hari lagi, sungguh aku lebih suka menikah daripada aku harus menemui Allah swt sebagai seorang bujangan.” (Ihya Ulumuddin hal. 20)

Dalam suatu kesempatan Imam Malik pernah berkata, “Sekiranya saya akan mati beberapa saat lagi, sedangkan istri saya sudah meninggal, saya akan segera menikah.” Demikian rasa takut pengarang kitab al-Muwatha’ ini kepada Allah kalau ia meninggal dalam keadaan membujang. (30 Pertunjuk Pernikahan dalam Islam, Drs. M. Thalib)

Lalu kenapa kita masih menahan diri untuk menikah? Pengalaman mengajarkan bahwa ternyata kita dapat menjadi semacam tempat penyalur rejeki (dari Allah) bagi orang-orang yang lemah diantara kita (istri dan anak-anak, bahkan orangtua dan mertua sekaligus). Itu dapat terjadi manakala kita telah buat keputusan untuk mengambil tanggung jawab atas mereka. Seakan-akan Allah mengatakan bahwa Dia akan membantu kita untuk mewujudkan setiap niat baik dan tangung jawab kita.

Allah swt menyukai orang-orang yang dapat ‘mewakili’-Nya dalam hal pembagian rejeki. Salah satu kesukaan-Nya adalah bahwa Dia akan berikan lebih banyak lagi rejeki kepada wakil-wakil-Nya agar hal itu dapat bermanfaat bagi hamba-hamba-Nya yang ada dibawah tanggung-jawab mereka. Dan Allah (yang menyenangi orang-orang yang berbuat baik) menyukai mereka yang mengambil tanggung-jawab atas urusan-urusan yang disukai-Nya.

Percayalah bahwa ketika kita buat keputusan untuk menikah, itu berarti bahwa kita sedang menyenangkan Allah. Pada saat yang sama, kita menjadikan setan stress dan ‘uring-uringan’. Pada gilirannya nanti, Allah akan memperlihatkan bahwa hanya kepada-Nyalah semua makhluk bergantung dan mendapatkan rejekinya. Sementara itu, setan bekerja lebih keras lagi untuk menanamkan rasa takut terhadap segala resiko (yang mungkin timbul) dari pernikahan, sekaligus dia menampakkan ‘kebaikan-kebaikan’ hidup sendiri (membujang).

Bila kita menikah, padahal saat ini kita (misalnya) seperti ‘tulang punggung’ bagi keluarga orangtua, maka Allah yang maha pengasih dan maha penyayang tidak akan menambah berat beban yang harus kita pikul, bahkan Dia akan meringankannya melalui pernikahan. Nampaknya hal ini tidak bisa masuk akal, akan tetapi demikianlah ketetapan Allah dalam memelihara ciptaan-Nya. Akal kita memang sangat terbatas, bahkan sekedar untuk memahami ciptaan-Nya saja hamper-hampir kita tidak mampu.

Bila kita menikah, sedangkan kita tidak sedikitpun punya niatan untuk meninggalkan bakti kepada orangtua dan hubungan baik dengan sanak-saudara, niscaya Allah akan memberi jalan keluar bagi masalah-masalah yang mungkin timbul terhadap mereka. Segala sesuatu datang dari Allah dan semuanya akan kembali kepada-Nya. Keadaan seberat apapun, pasti tidak akan menyusahkan-Nya sedikitpun dalam menyelesaikan masalah-masalah keseharian kita.

Bila kita menikah, maka kita akan (segera) masuk ke dalam orang-orang yang beruntung yang akan diakui sebagai ummat Rasulullah saw. Begitu besarnya perhatian Rasulullah saw akan hal nikah sehingga seseorang seperti Julabib, (maaf) yang punya wajah jelek, hitam, miskin dan tidak punya keberanian untuk nikah (karena keadaannya) pun ‘digesa’ dan didorong untuk menikah. Seakan Rasulullah marah kepada mereka yang sudah masuk dalam kategori layak nikah namun dia mengabaikannya.

Untuk itu, hendaknya tidak seorangpun merasa kecil hati dengan keadaannya saat ini. Banyak keadaan dimana orang-orang memandang bahwa keadaan kita jauh lebih baik daripada mereka. Barangkali orang-orang di luar kita tidak sepenuhnya memahami keadaan kita, akan tetapi pada kenyataannya memang selalu ada orang-orang yang posisinya jauh dibawah kita dan selalu ada orang-orang yang keadaannya lebih buruk daripada kita.

Lalu dari mana kita mulai? Orang-orang tua yang arif-bijaksana selalu mengingatkan agar kita selalu memperbaharui niat kita, menguatkannya hingga kita berazam untuk mewujudkan sesuatu yang kita hajatkan. Dengan ijin Allah, niat yang kuat (azam) akan dapat mengaktifkan fikir, menggerakkan anggota badan dan melibatkan segala sesuatu di sekitar kita untuk merealisasikan apa yang kita niatkan. Untuk perkara yang tidak baik saja Allah memberinya ijin, lalu bagaimana pula bila niat itu sesuatu yang Allah sukai?

Langkah selanjutnya adalah doa. Dengan menguatkan niat, doa kita akan terasa lebih berkesan. Ada masa-masa tertentu setiap hari ketika Allah merespon doa secara ‘cash’ (tunai). Tidak seorangpun tahu rahasia ini, sehingga orang yang bersungguh-sungguh (dengan urusan doa yang diijabah ini) tidak akan menyiakan masanya, sehingga tidak ada masa kecuali selalu dalam berhubungan dengan Sang pengijabah doa.

Langkah berikutnya, yakni seiring dengan doa yang sedang kita panjatkan, adalah ikhtiar. Kita boleh menyukai siapa saja, yang agama kita membenarkannya untuk kita menikahinya. Akan tetapi ketetapan pasangan kita adalah hak Allah. Kita boleh memilih dan memilah, tapi yakin kita adalah bahwa keputusan Allah adalah yang terbaik buat kita. Allah mengetahui sedangkan kita tidak tahu kecuali sebatas pada apa yang diberitahukan-Nya kepada kita.

Bila kita menyukai seseorang untuk menjadi pasangan (suami atau istri) kita lalu hal itu sesuai dengan keinginan dan ilmu kita, akan tetapi Allah (dengan keluasan ilmu-Nya) tidak menghendakinya terjadi, maka pernikahan itu tidak akan dapat diwujudkan meski seluruh jin dan manusia membantu kita. Bila kita menyukai seseorang dan Dia sendiri telah menetapkannya untuk kita, maka pernikahan akan terwujud meskipun seluruh jin dan manusia menghalanginya.

Bila kita tidak suka kepada seseorang sedangkan Allah suka agar kita menyenangi dan menikahinya, ini adalah suatu pertanda bahwa Allah menyimpan banyak kebaikan yang (sebagian besarnya) dirahasiakan-Nya agar menjadi ‘surprise’ bagi kita pada saat yang ditentukan-Nya sendiri kelak, baik di dunia ataupun di akhirat. Dan kesukaan Allah yang lain adalah bahwa Dia mecurahkan kebaikan yang semakin bertambah dan berlipat kepada hamba-hamba yang diridhoi-Nya.

Dari banyak pengalaman, saat menjelang pernikahan (setelah kita buat keputusan untuk itu) adalah masa-masa yang sering dipenuhi dengan kecamuk ‘perang bathin’. Seolah ini adalah perang antara kebaikan dan keburukan. Bila kita terus maju dengan segala resikonya, kita akan menang lalu sampailah kita ke gerbang pernikahan. Sebaliknya, bila kita ragu dan menjadi terhalang dengan ‘hal-hal kecil’, kita akan kalah dan kita tidak akan sampai ke gerbang itu. Maka bila kita sudah buat keputusan, kita mesti buang jauh segala bentuk keraguan dan kita mesti belajar untuk menjadi tidak peduli dengan segala rintangan.

Subhanallah....

Leer completo...

Wanita Yang Indah

"Pandangan mata seorang wanita lebih tajam dan merbahaya daripada tembusan panah yang berbisa. Oleh itu awasilah selalu agar jangan terkena panahan matanya..."

Aduhai wanita sungguh mahal pandangan mu di mata lelaki, tapi kenapa masih ada lagi yang tidak menyedari? Dirimu terlalu agung di mata lelaki dan terlalu mulia di sisi pencipta mu; namun itu semua hanya jika kau tahu mengagungkan dan memuliakan diri mu sendiri. Menjadi wanita adalah satu anugerah yang tepaling indah. Seharum mana pun wangian kasturi tidak mampu menandingi wangian budi pekertimu, lembutnya gumpalan kapas masih tewas dek kelembutan tingkah mu, halusnya butiran pasir yang menjadi peneman setia si pantai masih tidak dapat menandingi halusnya tuturmu.
Duhai wanita sebenarnya, maruah diri yang kau galas lebih berat daripada bongkah bongkah batu yang besar, kau menepis dengan penuh sabar tiap godaan nafsu dunia yang datang bertubi tubi hingga hampir mengheretmu ke kancah yang penuh onar. Percayalah wanita, akan ada bahagia diakhir kesengsaraanmu asal saja kesabaran menjadi bentengmu.
Wanita ku, terima saja makian yang bederu deru ibarat halilintar yang singgah di cupingmu, terima saja itu dengan senyuman dan ambil saja sebagai halwa telinga yang mengajarkan mu erti kesabaran. Itu sebenarnya dendangan sumbang dari bibir bibir sumbing yang ingin melihat mu sungkur. Percayalah akan ada berita manis yang singgah dicupingmu suatu masa nanti asal saja gunung kesabaranmu tidak pernah kau tarah.
Saudara wanitaku, iman mu adalah perisai, agamamu adalah landasanmu disetiap langkah yang kau atur. Jangan sesekali kau biarkan anasir songsang memperkotak katikan iman mu apatah lagi agama yang kau kandung hanya kerana nikmat duniawi semata mata, jangan kau gadaikan maruahmu yang tidak ada galang gantinya hanya kerana mengejar sesuatu yang tidak mungkin bisa kau kendong. Andai kata kau tersungkur, segeralah bangkit dan sekiranya kau tersasar jauh dari landasan hidupmu atur kembali langkahmu bersama titipan iman dan mulakan dengan langkah yang baru. Sedangkan sang jentayu yang kepatahan sayapnya masih bisa hidup bertongkat paruh apatah lagi kau yang dianugerahkan akal fikiran. Jangan bersedih wahai wanita andai apa yang kau ingini tidak kau beroleh di dunia, syurga itu sentiasa menanti mu. Bulatnya iman dan takwa sumaiyah ketika di hunuskan tombak ditubuhnya, demikian jugalah bulat iman mu harus kepada pencipta mu.

Peganglah kata kata ini, "kau sebenarnya tidak akan tersasar seandainya keimananmu kau jadikan sebagai tunjang dalam kehidupan".
Wanita, biar tawadukmu lebih menggungung daripada kejelitaanmu, biar keayuan mu terpancar dek kerana lemah gemalainya perilaku, biar kebijaksanaan mu terpampang oleh tingginya ilmu mu. Jangan sesaat pun kau lupa setianya masyitah pada Tuhannya, agungnya kasih khadijah kepada agamanya dan perjuangan srikandi srikandi agama terdahulu. Jadikan agama mu sebagai tunjang yang memperkasakan akidah mu, biar kesabaranmu manjadi benteng perjuanganmu dan lebarkan iman mu dengan sejuta lapis sifat mahmuda. Jadilah kita wanita paling bahagia.

http://www.tentangcinta.com
Leer completo...

ITU BUKAN CINTA



Jika kamu tak bisa melepaskan pandanganmu darinya itu bukan CINTA Tapi KAGUM

Jika kamu merasa betah berlama-lama dan berbagi cerita dengannya Itu bukan CINTA tapi KESEPIAN

Jika kamu bersedia mengorbankan segala hal demi menyenangkan dirinya itu bukan CINTA Tapi KEMURAHAN HATI Jika kamu menerima pernyataan cintanya hanya karena kamu tidak ingin menyakiti perasaanya itu bukan CINTA tapi KASIHAN

Jika kamu tidak bisa berhenti memegang dan merabanya itu bukan CINTA Tapi NAFSU

Jika kamu mengatakan kepadanya bahwa dialah satu-satunya hal di dunia ini yang kamu pikirkan Itu bukan CINTA Tapi GOMBAL

Jika Kamu tersenyum dikala ia bahagia dan menangis dikala ia terluka itu bukan CINTA Tapi EMPATI

cinta adalah bahasa sederhana seperti kata yang tak tersampai diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu

cinta adalah bahasa sederhana seperti isyarat yang tak sampai dikirimkan awan kepada angin yang menjadikannya hujan

CINTA adalah kematian atas egoisme dan egosentrisme menyakitkan kadang namun itulah harga yang pantas diberikan untuk sebuah CINTA

karena inti dari CINTA hakikat menCINTAi bukan merubah apa yang kita CINTAi menjadi seperti apa yang kita inginkan namun membiarkannya menjadi dirinya sendiri jika tidak kita hanya akan menemukan bayangan impian yang berusaha kita cocokkan dengan dirinya

CINTA itu sesuatu yang fitrawi Karena CINTA lah kita bisa menghirup segarnya udara dunia karena CINTA lah kita bisa menikmati indahnya pelangi namun bukan berarti Kita boleh menghalalkan segala sesuatu demi impian yang ingin kita raih demi pencapaian ambisi pribadi lantas mengatasnamakan cinta

Saudaraku Cintai lah Allah Cintailah dzat yang meminjamkan kita nafas kehidupan yang selalu dengan setia menunggu sapa cinta kita yang tak pernah berkurang kadar cintanya yang tak pernah letih mendengar keluh kesah Hambanya meski terkadang kita lupa megagungkan asma-Nya

Saudaraku jika ada segenggam CINTA yang kita miliki maka seyogyanya CINTA itu kita berikan kepada sang Kuasa Bukan menduakannya dengan mahluknya yang lemah Berikanlah sepenuhnya Cintamu kepada-Nya Dan biarkan yang Maha Adil membaginya dengan Bijaksana sandarkanlah selalu cintamu pada-Nya
Leer completo...

PRA-ANGGAPAN DALAM MENCARI PASANGAN HIDUP

Dengan Nama Allah Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang...

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....

Dalam usaha mencari pasangan hidup, ada beberapa yang perlu ditekankan dan beberapa perkara lain yang perlu diabaikan...

Kita semua sedikit sebanyak dibentuk oleh suasana sekeliling kita. Terutama para maualaf, mereka memeluk islam sambil membawa pelbagai pra-anggapan dan pendekatan yang mempengaruhi penilaian terhadap semua perkara. Walaupun sangat digalakkan dalam budaya Barat berkahwin semata-mata kerana cinta selalunya tidak membawa kepada hubungan yang berkekalan . Ia sering menjanjikan perhugungan abadi, namun sudah banyak contoh yang boleh kita lihat membuktikn sebaliknya.


Cinta berasaskan nafsu boleh terhapus begitu mudah sepertimana nafsu-nafsu lain, yang mudah terpadam sebagaimana mudah ia menyala. Cinta Romantis ini merbahaya kerana ia sering membentuk pergantungan yang berlebihan terhadap orang yang kita cintai. Natijahnya, seseorang itu akan ditimpa keresahan yang teruk bilamana orang yang dicintai itu tiada ataupun meninggalkannya, menyebabkan kasihnya terhadap Allah SWT dan Rasulullah menjadi lemah atau mungkin juga hilang sama sekali.

Kalau anda merupakan salah seorang tawanan cinta romantis seperti ini, maka renung-renungkanlah kata-kata Sheikh Niffari, "Nafsu itu adalah api yang akan memakan kehormatan diri yang mana hanya di dalamnya terletak maruah seseorang "


Allahualam...
Leer completo...

CINTA TAK KENAL SIAPA - KISAH BENAR


CINTA TAK KENAL SIAPA - KISAH BENAR

KUTEMUI gadis Yahudi itu secara kebetulan.Ketika dia masih tercangak-cangak di hadapan Old College di New Promenade,aku lantas menghulurkan bantuan.Barangkali dia tersilap informasi sehingga tersasar haluan di pekan Aberystwyth itu.

Mahu ke mana?" sapaku ketika kami bertiga dari North Beach petang minggu dalam musim bunga.
"University of Wales!" jawabnya sambil menyebak rambut perang yang melitupi wajah pucat. Bebola matanya biru nipis galak memandang kami yang sawo matang.Kehairanan mungkin.

"Baru tiba?!"

"Emm...!!"

"Dari mana?"

"Tel Aviv!"

Jawapan itu menjadikan kami bertiga berpandangan. Namun,kami cepat-cepat berlakon selamba.Seperti tidak ada apa-apa.Walaupun sebenarnya di antara aku, HaiQal dan Ridwan dengan gadis itu seperti langit dengan bumi.Perbezaan kami bukan dari warna kulit,akan tetapi lebih jauh daripada itu.Dia Yahudi totok barangkali.Bagaimana harus aku melunasi kerak kebencian terhadap satu bangsa yang jijik sejarahnya itu.
Leer completo...

Teman seperjuangan..