SURAT CINTA UNTUKMU AKHI

Malam telah larut terbentang. Sunyi. Dan aku masih berfikir tentang dirimu, akhi. Jangan salah sangka ataupun menaruh prasangka. Semua semata-mata hanya untuk muhasabah terutama bagi diriku, makhluk yang Rasulullah SAW sinyalirkan sebagai pembawa fitnah terbesar.—Suratmu sudah kubaca dan disimpan. Surat yang membuatku gementar. Tentunya kau sudah tahu apa yang membuatku nyaris tidak boleh tidur kebelakangan ini.
“Ukhti, saya sering memperhatikan anti. Kalau sekiranya tidak dianggap lancang, saya berniat berta’aruf dengan anti.”
Jujur kukatakan bahwa itu bukan perkataan pertama yang dilontarkan ikhwan kepadaku. Kau orang yang kesekian. Tetap saja yang ‘kesekian’ itu yang membuatku diamuk perasaan tidak menentu. Astaghfirullahaladzim. Bukan, bukan perasaan melambung kerana merasakan diriku begitu mendapat perhatian. Tetapi kerana sikapmu itu mencampak ke arah jurang kepedihan dan kehinaan. ‘Afwan kalau yang terfikir pertama kali di benak bukannya sikap memeriksa, tapi malah sebuah tuduhan: ke mana ghaddhul bashar-mu?
Akhifillah, Alhamdulillah Allah mengaruniakan dzahir yang jaamilah. Dulu, di masa jahiliyah, karunia itu sentiasa membawa fitnah. Setelah hijrah, kufikir semua hal itu tidak akan berulang lagi. Dugaanku ternyata salah. Mengapa fitnah ini justeru menimpa orang-orang yang ku hormati sebagai pengemban risalah da’wah ? Siapakah di antara kita yang salah?
***********
“Adakah saya kurang menjaga hijab, ukh?” tanyaku kepada Aida, teman sebilikku yang sedang mengamati diriku. Lama. Kemudian, dia menggeleng.
“Atau baju saya? Sikap saya?”—“Tidak, tidak,” sergahnya menenangkanku yang mulai berurai air mata.
“Memang ada perubahan sikap di kampus ini.”
“Termasuk diri saya?”
“Jangan menyalahkan diri sendiri meskipun itu bagus, senantiasa merasa kurang iman. Tapi tidak dalam hal ini. Saya cukup lama mengenali anti dan di antara kita telah terjalin komitmen untuk saling memberi tausiyah jika ada yang lemah iman atau salah. Ingat?”
Aku mengangguk. Aida menghela nafas panjang.
“Saya rasa ikhwan itu perlu diberi tausiyah. Hal ini bukan perkara baru kan ? Maksud saya dalam meng-cam akhwat di kampus.” Sepi mengembang di antara kami. Sibuk dengan fikiran masing-masing… .
“Apa yang diungkapkan dalam surat itu?”
“Ia ingin berta’aruf. Katanya dia sering melihat saya memakai jilbab putih. Anti tahu bila dia bertekad untuk menulis surat ini? Ketika saya sedang menjemur pakaian di depan rumah ! Masya Allah…. dia melihat sedetail itu.”
“Ya.. di samping itu tempoh masa anti keluar juga tinggi.”
“Ukhti…,” sanggahku, “Anti percaya kan kalau saya keluar rumah pasti untuk tujuan syar’ie?”
“InsyaAllah saya percaya. Tapi bagi anggapan orang luar, itu masalah yang lain.”
Aku hanya mampu terdiam. Masalah ini senantiasa hadir tanpa ada suatu penyelesaian. Jauh dalam hati selalu tercetus keinginan, keinginan yang hadir semenjak aku hijrah bahwa jika suatu saat ada orang yang memintaku untuk mendampingi hidupnya, maka hal itu hanya dia lakukan untuk mencari keridhaan Rabb-nya dan dien-ku sebagai tolok ukur, bukan wajahku. Kini aku mulai risau mungkinkah harapanku akan tercapai?
************
Akhifillah, Maaf kalau saya menimbulkan fitnah dalam hidupmu. Namun semua bukan keinginanku untuk beroleh wajah seperti ini. Seharusnya di antara kita ada tabir yang akan membersihkan hati dari penyakitnya. Telah ku coba dengan segenap kemampuan untuk menghindarkan mata dari bahaya maksiat. Alhamdulillah hingga kini belum hadir sosok putera impian yang hadir dalam angan-angan. Semua ku serahkan kepada Allah ta’ala semata.
Akhi, Tentunya antum pernah mendengar hadits yang tersohor ini. Bahwa wanita dinikahi kerana empat perkara: kecantikannya, hartanya, keturunannya, atau diennya. Maka pilihlah yang terakhir kerana ia akan membawa lelaki kepada kebahagiaan yang hakiki.
Kalaulah ada yang mendapat keempat-empatnya, ibarat ia mendapat syurga dunia. Sekarang, apakah yang antum inginkan? Wanita shalihah pembawa kedamaian atau yang cantik tapi membawa kesialan? Maaf kalau di sini saya terpaksa berburuk sangka bahwa antum menilai saya cuma sekadar fisik belaka. Bila masanya antum tahu bahwa dien saya memenuhi kriteria yang bagus? Apakah dengan melihat frekuensi kesibukan saya? Frekuensi di luar rumah yang tinggi?
Tidak. Antum tidak akan pernah tahu bila masanya saya berbuat ikhlas lillahi ta’ala dan bila masanya saya berbuat kerana riya’. Atau adakah antum ingin mendapatkan isteri wanita cantik yang memiliki segudang prestasi tetapi akhlaknya masih menjadi persoalan? Saya yakin sekiranya antum diberikan pertanyaan demikian, niscaya tekad antum akan berubah.
Akhifillah, Tanyakan pada setiap akhwat kalau antum mampu. Yang tercantik sekalipun, maukah ia diperisterikan seseorang kerana dzahirnya belaka? Jawabannya, insya Allah tidak. Tahukah antum bahwa kecantikan zahir itu adalah mutlak pemberian Allah; Insya Allah antum tahu. Ia satu anugerah yang mutlak yang tidak boleh ditawar-tawar jika diberikan kepada seseorang atau dihindarkan dari seseorang. Jadi, manusia tidak mendapatkannya melalui pengorbanan. Lain halnya dengan kecantikan bathiniyyah. Ia melewati proses yang panjang. Berliku. Melalui pengorbanan dan segala macam pengalaman pahit. Ia adalah intisari dari manisnya kata, sikap, tindak tanduk dan perbuatan. Apabila seorang lelaki menikah wanita kerana kecantikan batinnya, maka ia telah amat sangat menghargai perjuangan seorang manusia dalam mencapai kemuliaan jati dirinya. Faham?
Akhifillah, Tubuh ini hanya pinjaman yang terpulang pada-Nya bila-bila masa mengambilnya. Tapi ruh, kecantikannya menjadi milik kita yang abadi. Kerananya, manusia diperintahkan untuk merawat ruhiyahnya bukan hanya jasmaninya yang boleh usang dan koyak sampai waktunya.
Akhifillah, Kalau antum ingin mencari akhwat yang cantik, antum juga seharusnya menilai pihak yang lain. Mungkin antum tidak memerhatikannya dengan teliti. (Alhamdulillah, tercapai maksudnya untuk keluar rumah tanpa menimbulkan perhatian orang). Pakaiannya sederhana, ia hanya memiliki beberapa helai. Dalam waktu seminggu antum akan menjumpainya dalam jubah-jubah yang tidak banyak koleksinya. Tempoh masanya untuk keluar rumah tidak lama. Ia lebih suka memasak dan mengurus rumah demi membantu kepentingan saudari-saudarinya yang sibuk da’wah di luar. Ia nyaris tidak mempunyai keistimewaan apa-apa kecuali kalau antum sudah melihat shalatnya. Ia begitu khusyu’. Malam-malamnya dihiasi tahajjud dengan uraian air mata. Dibaca Qur’an dengan terisak. Ia begitu tawadhu’ dan zuhud. Ah, saya iri akan kedekatan dirinya dengan Allah. Benar, ia mengenal Rabbnya lebih dari saya. Dalam ketenangannya, ia tampak begitu cantik di mata saya. Beruntung ikhwan yang kelak memperisterikannya… (saya tidak perlu menyebut namanya.)
**********
Malam semakin beranjak. Kantuk yang menghantar ke alam tidur tidak menyerang saat surat panjang ini belum usai. Tapi, sudah menjadi kebiasaanku tidak boleh tidur tenang bila saudaraku tercinta tidak hadir menemani. Aku tergugat apabila merasakan bantal dan guling di samping kanan telah kehilangan pemilik. Rasa penat yang belum ternetral menyebabkan tubuhku terhempas di sofa.
Aida sedang diam dalam kekhusyu’kan. Wajahnya begitu syahdu, tertutup oleh deraian air mata. Entah apa yang terlintas dalam qalbunya. Sudah pasti ia merasakan aku tidak heran saat menyaksikannya. Tegak dalam rakaatnya atau lama dalam sujudnya.
“Ukhti, tidak solat malam? “ tanyanya lembut seusai melirik mata.
“Ya, sekejap,” kupandang wajahnya. Ia menatap jauh keluar jendela ruang tamu yang dibiarkan terbuka. “Dzikrul maut lagi?”
“Khusnudzan anti terlalu tinggi.”
Aku tersenyum. Sikap tawadhu’mu, Aida, menyebabkan bertambah rasa rendah diriku. Angin malam berhembus dingin. Aku belum mau beranjak dari tempat duduk. Aida pun nampaknya tidak meneruskan shalat. Ia kelihatan seperti termenung menekuri kegelapan malam yang kelam.
“Saya malu kepada Allah,” ujarnya lirih.
“Saya malu meminta sesuatu yang sebenarnya tidak patut tapi rasanya keinginan itu begitu mendesak dada. Siapa lagi tempat kita meminta kalau bukan diri-Nya?”
“Apa keinginan anti, Aida?”
Aida menghela nafas panjang.
“Saya membaca buku Syeikh Abdullah Azzam pagi tadi,” lanjutnya seolah tidak menghiraukan. “Entahlah, tapi setiap kali membaca hasil karyanya, selalu hadir simpati tersendiri. Hal yang sama saya rasakan tiap kali mendengar nama Hasan al-Banna, Sayyid Quthb atau mujahid lain saat nama mereka disebut. Ah, wanita macam mana yang dipilihkan Allah untuk mereka? Tiap kali nama Imaad Aql disebut, saya bertanya dalam hati: Wanita macam mana yang telah Allah pilih untuk melahirkannya?”
Aku tertunduk dalam-dalam.
“Anti tahu,” sambungnya lagi, “Saya ingin sekiranya boleh mendampingi orang-orang sekaliber mereka. Seorang yang hidupnya semata-mata untuk Allah. Mereka tak tergoda rayuan harta dan benda apalagi wanita. Saya ingin sekiranya boleh menjadi seorang ibu bagi mujahid-mujahid semacam Immad Aql…”
Air mataku menitis perlahan. Itu adalah impianku juga, impian yang kini mulai kuragui kenyataannya. Aida tak tahu berapa jumlah ikhwan yang telah menaruh hati padaku. Dan rasanya hal itu tak berguna diketahui. Dulu, ada sebongkah harapan kalau kelak lelaki yang mendampingiku adalah seorang mujahid yang hidupnya ikhlas kerana Allah. Aku tak menyalahkan mereka yang menginginkan isteri yang cantik. Tidak. Hanya setiap kali bercermin, ku tatap wajah di sana dengan perasaan duka. Serendah inikah nilaiku di mata mereka? Tidakkah mereka ingin menilaiku dari sudut kebagusan dien-ku?
“Ukhti, masih tersisakah ikhwah seperti yang kita impikan bersama?” desisku.
Aida meramas tanganku. “Saya tidak tahu. Meskipun saya sentiasa berharap demikian. Bukankah wanita baik untuk lelaki baik dan yang buruk untuk yang buruk juga?”
“Anti tak tahu,” air mata mengalir tiba-tiba. “Anti tak tahu apa-apa tentang mereka.”
“Mereka?”
“Ya, mereka,” ujarku dengan kemarahan terpendam. “Orang-orang yang saya kagumi selama ini banyak yang jatuh berguguran. Mereka menyatakan ingin ta’aruf. Anti tak tahu betapa hancur hati saya menyaksikan ikhwan yang qowiy seperti mereka takluk di bawah fitnah wanita.”
“Ukhti!”
“Sungguh, saya terfikir bahwa mereka yang aktif da’wah di kampus adalah mereka yang benar-benar mencintai Allah dan Rasulnya semata. Ternyata mereka mempunyai sekelumit niat lain.”
“Ukhti, jangan su’udzan dulu. Setiap manusia punya kelemahan dan saat-saat penurunan iman. Begitu juga mereka yang menyatakan perasaan kepada anti. Siapa yang tidak ingin punya isteri cantik dan shalihah?”
“Tapi, kita tahukan bagaimana prosedurnya?”
“Ya, memang…”
“Saya merasa tidak dihargai. Saya berasa seolah-olah dilecehkan. Kalau ada pelecehan seksual, maka itu wajar kerana wanita tidak menjaga diri. Tapi saya…. Samakah saya seperti mereka?”
“Anti berprasangka terlalu jauh.”
“Tidak,” aku menggelengkan kepala. “Tiap kali saya keluar rumah, ada sepasang mata yang mengawasi dan siap menilai saya mulai dari ujung rambut -maksud saya ujung jilbab- hingga ujung sepatu. Apakah dia fikir saya boleh dinilai melalui nilaian fisik belaka..”
“Kita berharap agar ia bukan jenis ikhwan seperti yang kita maksudkan.”
“Ia orang yang aktif berda’wah di kampus ini, ukh.”
Aida memejamkan mata. Bisa kulihat ujung matanya basah. Kurebahkan kepala ke bahunya. Ada suara lirih yang terucap,
“Kasihan risalah Islam. Ia diemban oleh orang-orang seperti kita. Sedang kita tahu betapa berat perjuangan pendahulu kita dalam menegakkannya. Kita disibukkan oleh hal-hal sampingan yang sebenarnya telah diatur Allah dalam kitab-Nya. Kita tidak menyibukkan diri dalam mencari hidayah. Kasihan bocah-bocah Palestin itu. Kasihan saudara-saudara kita di Bosnia . Adakah kita boleh menolong mereka kalau kualitas diri masih seperti ini? Bahkan cinta yang seharusnya milik Allah masih berpecah-pecah. Maka, kekuatan apa yang masih ada pada diri kita?”
Kami saling bertatapan kemudian. Melangkau seribu makna yang tidak mampu dikatakan oleh kosa kata. Ada janji. Ada mimpi. Aku mempunyai impian yang sama seperti Aida: mendukung Islam di jalan kami. Aku ingin mempunyai anak-anak seperti Asma punyai. Anak-anak seperti Immad Aql. Aku tahu kualiti diri masih sangat jauh dari sempurna. Tapi seperti kata Aida; Meskipun aku lebih malu lagi untuk meminta ini kepada-Nya. Aku ingin menjadi pendamping seorang mujahid ulung seperti Izzuddin al-Qassam.
Akhifillah, Mungkin antum tertawa membaca surat ini. Ah akhwat, berapa nilaimu sehingga mengimpikan mendapat mujahid seperti mereka? Boleh jadi tuntutanku terlalu besar. Tapi tidakkah antum ingin mendapat jodoh yang setimpal? Afwan kalau surat antum tidak saya layani. Saya tidak ingin masalah hati ini berlarutan. Satu saja yang saya minta agar kita saling menjaga sebagai saudara. Menjaga saudaranya agar tetap di jalan yang diridhai-Nya. Tahukah antum bahwa tindakan antum telah menyebabkan saya tidak lagi berada di jalan-Nya? Ada riya’, ada su’udzhan, ada takabur, ada kemarahan, ada kebencian, itukah jalan yang antum bukakan untuk saya, jalan neraka? –‘Afwan.
Akhifillah, Surat ini seolah menempatkan antum sebagai tertuduh. Saya sama sekali tidak bermaksud demikian. Kalau antum mahu cara seperti itu, silakan. Afwan, tapi bukan saya orangnya. Jangan antum kira kecantikan lahir telah menjadikan saya merasa memiliki segalanya. Jesteru, kini saya merasa iri pada saudari saya. Ia begitu sederhana. Tapi akhlaknya bak lantera yang menerangi langkah-langkahnya. Ia jauh dari fitnah. Sementara itu, apa yang saya punyai sangat jauh nilainya. Saya bimbang apabila suatu saat ia berhasil mendapatkan Abdullah Azzam impiannya, sedangkan saya tidak.
Akhifillah, ‘Afwan kalau saya menimbulkan fitnah bagi antum. Insya Allah saya akan lebih memperbaiki diri. Mungkin semua ini sebagai peringatan Allah bahwa masih banyak amalan saya yang riya’ maupun tidak ikhlas. Wallahua’lam. Simpan saja cinta antum untuk isteri yang telah dipilihkan Allah. Penuhilah impian ratusan akhwat, ribuan ummat yang mendambakan Abdullah Azzam dan Izzuddin al-Qassam yang lain. Penuhilah harapan Islam yang ingin generasi tangguh seperti Imaad Aql. Insya Allah antum akan mendapat pasangan yang bakal membawa hingga ke pintu jannah.
Akhifillah, Malam bertambah-dan bertambah larut. Mari kita shalat malam dan memandikan wajah serta mata kita dengan air mata. Mari kita sucikan hati dengan taubat nasuha. Pesan saya, siapkan diri antum menjadi mujahid. Insya Allah, akan ada ratusan Asma dan Aisyah yang akan menyambut uluran tangan antum untuk berjihad bersama-sama.
Salam dari ukhtukum fillah.

(penulisan indah dari http://www.oaseimani.com)
Leer completo...

TULUL 'AMAL dan Dunia

Dengan Nama Allah yg Maha Pemurah lagi Penyayang...
Assalamualaikum... 

Setiap antara kita mempunyai harapan, dan angan-angan, ia adalah dua perkara yang berbeza. Ada yg berkata angan-angan itu adalah cita-cita. Sama seperti harapan, angan-angan dan cita-cita dalah dua perkara yang jauh berbeza jika kita tidak berusaha mengecapinya. Berhati-hatilah kita dalam melakukan sesuatu urusan supaya segala tingkah laku yang dilakukan tidak menjadi sia-sia. Manusia suka berangan-angan panjang, oleh itu hendaklah ia berwaspada jangan sampai melekakan dan melalaikan sehingga akhir hayat.Islam melarang kita manusia daripada hanyut dengan angan-angan kerana ia melalaikan dari beramal dan beribadat kepada Allah S.W.T. 
~ Sesiapa yg panjang angan-angannya, akan buruklah perbuatannya ~

Mudah-mudahan Allah membangkitkan kita drpd segala jenis kelalaian dan menolong kita bersiap-siap untuk menghadapi hari -hari seterusnya.  Sesungguhnya yg membahayakan seseorang ialah tulul 'amal, iaitu ingin menganggap kekal di dunia ini. Orang yang suka berangan-angan seperti itu kebanyakannya akan lalai dan hanyut dalam kegemerlapan dunia. Ia akan selalu memuaskan hawa nafsunya ; nafsu buruk dan angkara murka.

~berangan2~
Ketahulilah, Tulul 'Amal itu akan menimbulkan rasa rakus terhadap dunia dan akan timbulnya perasaan hendak mendiamai dunia selamanya sehingga ia lupa akan siang dan malamnya. Ia lupa akan kematian yang kita tidak pernah tahu akan tibanya. Ia tidak pula memikirkan amal-amal kebaikan, ia juga tidak mahu belajar cara-cara melangkah yang baik di dalamnya.dan hanyut dengan dunianya sendiri.....sama sekali ia tidak akan menghiraukan urusan-urusan yg berbau akhirat. yang bermain dalam fikirannya hanyalah dunia dan dunia. Sehari-harinya hanya mengejar dunia ; siang dibuat malam, malam dibuat siang. Tidur mengingati dunia dan bangun juga mengingati dunia,dunia yang fana... jauh sekali untuk berfikir tentang akhirat. 

Ingatlah bahawa akhirat itulah yang kekal dan tempat yang sejati. Sedangkan dunia ini bakal kita tinggalkan segala apa didalamnya.Ia akan kabur dan lupus. ~ Jangan terlalu cinta kepada sesuatu yang pasti akan ditinggalkan dan jangan benci kepada sesuatu yang pasti akan tiba. Janganlah terlalu cinta terhadap dunia, sebab dunia ini pasti akan meninggalkan kita, dan jangan benci terhadap maut kerana ia sesuatu yg pasti. Isilah kehidupan di dunia ini  dengan amal yang baik dan bermanfaat, bersungguh-sungguhlah dalam mencari bekalan untuk menyusul hari esok yang kekal. ~ Jadikanlah Dunia ini adalah tempat menanam untuk akhirat.

Hiasalah dunia kita ini dengan lembaran sejarah yg baik dan dapat dipetik manfaatnya di alam sana kelak. Lukislah dunia ini dengan amal baktimu yang nyata.Ingatlah dunia ini hanyalah tempat untuk bercerita. Kata Sebuah syair :
"Tidak ada satu pun di dunia ini yg kekal.
maka jadilah kau orang baru (pahlawan) yang baik sebutannya,
sebab dunia ini tempat cerita. "

Sebuah  Hadis ada menyebut: 
"Berkerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan mati, dan beramallah ( beribadahlah) untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok. "

Sempurnakanlah bekal dan peralatannya dalam menempuh akhirat kelak.jangan sampai menyesal dikemudian hari. ~jika pandai meniti buih selamat badan ke seberang. Jika anda celaka, seumur hidup pasti tidak akan berguna. 
Janganlah kita terus terbuai-buai dengan lamunan-lamunan kosong sehingga lupa melakukan amal kebaikan dan teruskanlah menabung bekal yang MESTI disiapkan.Hanyalah orang yang bodoh sahaja yang leka dgn dunia..Jagalah kita dari angan-angan....

~ MPS

Wallahu'alam... 



Leer completo...

10 Karakter Muslim/Muslimah Sejati

Karakter ini merupakan pilar pertama terbentuknya masyarakat islam maupun tertegaknya sistem islam dimuka bumi serta menjadi tiang penyangga peradaban dunia.
Kesepuluh karakter itu adalah : 



Salimul Aqidah, Bersih Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.

Shahihul Ibadah, Benar Ibadahnya menurut AlQur'an dan Assunnah serta terjauh dari segala Bid'ah yang dapat menyesatkannya.

Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin).

Qowiyul Jismi, Kuat Fisiknya sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Alloh SWT.

Mutsaqoful Fikri, Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi disekitarnya.

Qodirun 'alal Kasbi, Mampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya.

Mujahidun linafsihi, Bersungguh sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya ataupun orang lain.

Haritsun 'ala waqtihi, Efisien dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh SWT.

Munazhom Fii Su'unihi, Tertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik.

Naafi'un Li Ghairihi, Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain.


Mudah-mudahan dengan kesepuluh karakter yang dikemukakan diatas menjadikan kita termotivasi untuk dapat merealisasikannya dalam diri kita.

Allahumma Amin ya Rabbal Alamin....
Leer completo...

10 PERKARA PENGHALANG DO'A


Suatu hari IBRAHIM BIN ADHAM berjalan-jalan di kota Basrah.Orang-orang yang berada di kota itu mengerumuninya dan bertanya,"Hai syekh, katanya ALLAH berjanji mengabulkan do'a-do'a hamba-NYA.Setahun ini saya terus berdo'a ,kenapa tidak juga di kabulkan ?"

IBRAHIM BIN ADHAM menjawab panjang lebar ,
"Hai penduduk Basrah ,bagaimana do'amu akan di kabulkan, sedang hatimu tersumbat oleh 10 perkara, yaitu:

1.Kalian mengenal ALLAH ,tetapi tidak memberikan hak-hak-NYA yang telah di wajibkan kepada kalian.

2.Kalian membaca AL-QUR'AN , tetapi tidak mengamalkan ajarananya.

3.Kalian menyerukan orang-orang untuk memusuhi setan ,tetapi kalianmengikuti ajakannya.

4.Kalian mengaku umat Nabi MUHAMMAD SAW tetapi mengingkari sunnah- sunnahnya.

5.Kalian mengira bakal masuk syurga , tetapi tidak pernah berusaha menempuh  jalan kepadanya.

6.Kalian mengira akan bebas dari neraka, tapi kalian justru menjerumuskan diri  ke dalamnya.

7.Kalian menyatakan kematian itu hak, tetapi tidak pernah mempersiapkan untuk menghadapinya.

8.Kalian selalu sibuk mengoreksi aib orang lain,tetapi aib kalian sendiri tidak  pernah di kontrol.

9.Kalian selalu menikmati karunia ALLAH,tetapi tidak pernah mensyukurinya.

10.Kalian mengubur mayat-mayat teman kalian,tetapi tidak pernah mengambil  pelajaran darinya.

~ perkara itulah yang menyebabkan do'a kalian tidak dikabulkan oleh ALLAH SWT....
Leer completo...

Berbanggalah Muslimah...yg 'Cantik'....



Muslimah Cantik………………sungguh cantik
Tahukah wahai saudariku…bahawa muslimah itu cantik…..dan bukankah tiap kita mencintai dan menginginkan kecantikan …?

Muslimah itu sungguh cantik……..
Bibirnya slalu dihiasi dan dibasahi dengan kecantikan tasbih (Ali Imron : 41) dan tahmid kepada Robnya. Lantunan ayat-ayat Quran yang menyejukkan hati dan menenangkan fikiran senantiasa berteman dengan bibir dan lidahnya, nasihat dan tutur kata yang santun menghancurkan semua karang dan benteng rasa dendam. Lidahnya tak pernah lepas dari ucapan syukur atas nikmat nikmat dari tuhannya (Al Baqoroh : 152). Terjaga lidahnya dari cacian, umpatan, olok-olokan, makian dan segala kata-kata kotor yang menyakitkan hati (Al Hujaraat: 11).

Muslimah memang sungguh cantik…secantik bening matanya.
Kedua matanya yang bening selalu terjaga dari hal-hal yang haram untuk dilihatnya (An Nuur: 31). Kebeningan dan kejernihan matanya sejernih air mata yang setiap malang keluar dari telaga airmatanya (AL Muzammil : 2), mencuci dosa-dosa yang sempat hinggap, yang mengalir deras karena rasa takut dan penyesalan yang mendalam, bersimpuh dihadapan Rob nya, merayu dan merajuk agar mendapatkan maghfirohnya.

Sungguh ….Muslimah itu cantik…..
Secantik hatinya yang slalu tunduk pada Rob nya. Hati yang penuh dengan rasa kecintaan kepada Rob nya (Ali Imron:31). Jauh hatinya dari rasa dengki, sombong dan hasud. Keikhlasan senantiasa menghiasi qolbu yang yang pernah lupa akan kebesaran Rob nya (An Nisaa: 125). Hati yang senantiasa siap menerima kebenaran dan keimanan. Hatinya bak cermin nan indah dan bersih, yang selalu siap menerima nur hidayah dari Robnya dan memantulkannnya, menyebarkannya keseluruh penjuru jagad raya. Qolbu yang senantiasa bersih dari prasangka dan fitnah kepada saudaranya.

Maha Besar dan Maha Suci Allah yg telah menciptakan muslimah dengan kecantikannya... Secantik pakaian taqwa yang senantiasa dikenakannya. Sebaik-baik pakaian yang mendapatkan pujian dari Rob nya (Al A’raaf : 26). Seindah indah pakaian yang tiada ganti yang lebih indah darinya. Pakaian yang senantiasa melindunginya, dimanapundan kapanpun dia berada. Pakaian yang membedakan dirinya dari wanita wanita lain yang tanpa pakaian, pakaian yang akan membawanya menuju pribadi nan mulia, pakaian yang akan membawanya berjumpa dengan Rob nya tercinta.

Sungguh…..cantik muslimah…
Secantik akhlaq dan budi pekertinya yang diselubungi pakaian taqwanya (As Shaad : 46)(Al Qalam: 4). Yang dengan akhlak dan budi pekertinya yang mulia itu menentramkan orang orang disekitarnya, hilang kecemasan dan kerisauan disekelilingnya, berganti rasa cemburu dan curiga menjadi rasa kasih sayang dan kepercayaan yang mulia.

Sungguh……..muslimah itu cantik
Secantik ketulusan cintanya kepada saudaranya. Ukhuwah yang demikian mendalam menghancurkan bongkahan-bongkahan kebekuan yang bersemayam di dalam hati, melunakkannya dari kekakuan dan kekerasan, menyegarkannya kembali dengan kasih sayang dan kepercaaan.(Al Maaidah:54)

Sungguh……Muslimah itu benar-benar cantik…
Kecantikan yang sesungguhnya…
Kecantikan yang tiada bandingannya..
Tasbih sebagai lipstik bibirnya
Air mata taubat sebagai pelentik bulu matanya
Malu dan Akhlak mulia sebagai perhiasannya
Taqwa sebagai pakaian terindahnya…..

Sungguh…muslimah itu cantik
Maka bersyukur para muslimah
Yang bangga akan kemuslimahannya
Tapi…….
Kebanggaan kerana ketaqwaan dan keikhlasannya

Wahai para wanita………
Sudahkan engkau menggapai kecantikan itu………
Leer completo...

ITU BUKAN CINTA



Jika kamu tak bisa melepaskan pandanganmu darinya itu bukan CINTA Tapi KAGUM

Jika kamu merasa betah berlama-lama dan berbagi cerita dengannya Itu bukan CINTA tapi KESEPIAN

Jika kamu bersedia mengorbankan segala hal demi menyenangkan dirinya itu bukan CINTA Tapi KEMURAHAN HATI Jika kamu menerima pernyataan cintanya hanya karena kamu tidak ingin menyakiti perasaanya itu bukan CINTA tapi KASIHAN

Jika kamu tidak bisa berhenti memegang dan merabanya itu bukan CINTA Tapi NAFSU

Jika kamu mengatakan kepadanya bahwa dialah satu-satunya hal di dunia ini yang kamu pikirkan Itu bukan CINTA Tapi GOMBAL

Jika Kamu tersenyum dikala ia bahagia dan menangis dikala ia terluka itu bukan CINTA Tapi EMPATI

cinta adalah bahasa sederhana seperti kata yang tak tersampai diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu

cinta adalah bahasa sederhana seperti isyarat yang tak sampai dikirimkan awan kepada angin yang menjadikannya hujan

CINTA adalah kematian atas egoisme dan egosentrisme menyakitkan kadang namun itulah harga yang pantas diberikan untuk sebuah CINTA

karena inti dari CINTA hakikat menCINTAi bukan merubah apa yang kita CINTAi menjadi seperti apa yang kita inginkan namun membiarkannya menjadi dirinya sendiri jika tidak kita hanya akan menemukan bayangan impian yang berusaha kita cocokkan dengan dirinya

CINTA itu sesuatu yang fitrawi Karena CINTA lah kita bisa menghirup segarnya udara dunia karena CINTA lah kita bisa menikmati indahnya pelangi namun bukan berarti Kita boleh menghalalkan segala sesuatu demi impian yang ingin kita raih demi pencapaian ambisi pribadi lantas mengatasnamakan cinta

Saudaraku Cintai lah Allah Cintailah dzat yang meminjamkan kita nafas kehidupan yang selalu dengan setia menunggu sapa cinta kita yang tak pernah berkurang kadar cintanya yang tak pernah letih mendengar keluh kesah Hambanya meski terkadang kita lupa megagungkan asma-Nya

Saudaraku jika ada segenggam CINTA yang kita miliki maka seyogyanya CINTA itu kita berikan kepada sang Kuasa Bukan menduakannya dengan mahluknya yang lemah Berikanlah sepenuhnya Cintamu kepada-Nya Dan biarkan yang Maha Adil membaginya dengan Bijaksana sandarkanlah selalu cintamu pada-Nya
Leer completo...

Bidadari di Syurga Menanti Untuk Orang Bertaqwa.

Sahabat yang dirahmati Allah,
Allah s.w.t secara jelas menceritakan di dalam al-Qur'an bahawa balasan untuk orang-orang yang bertaqwa adalah balasan Syurga seluas langit dan bumi di hari akhirat nanti. Kenikmatan di dalam Syurga yang banyak di gambarkan di dalam al-Qur'an adalah kecantikan dan keindahan para bidadari. Bidadari yang akan menjadi isteri-isteri orang-orang Mukmin di Syurga nanti.
 
 Al-Qur'an menceritakan sifat-sifat bidadari adalah seperti berikut :

1. "Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jeli matanya, seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik." (Qs. Ash-Shaaffaat [37]: 48-49)
2. "Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya." (Qs. Shaad [38]: 52) 
3. "Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin." (Qs. Ar-Rahmaan [55]: 56) 
4. "Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan." (Qs. Ar-Rahmaan [55]: 58)
5. "Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik- baik lagi cantik-cantik." (Qs. Ar-Rahmaan [55]: 70) 
6. "(Bidadari-bidadari) yang jeli, putih bersih, dipingit dalam rumah." (Qs. Ar-Rahmaan [55]: 72)
7. "Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin." (Qs. Ar-Rahmaan [55]: 74) 
8. "Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah." (Qs. Ar-Rahmaan [55]: 76) 
9. "mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli." (Qs. Ath-Thuur [52]: 20) 
10. "Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik." (Qs. Al-Waaqi’ah [56]: 22-23) 
11. "Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya." (Qs. Al-Waaqi’ah [56]: 35-37) 
12. Gambaran bidadari dalam Hadis Ath-Thabarany menuturkan,  dari Ummu Salamah Radhiallahuanha, dia berkata, “Saya berkata,”Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli”.” 
Baginda menjawab,”Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar.” 
Saya berkata lagi,”Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku tentang firman Allah, “˜Laksana mutiara yang tersimpan baik.”(Surah Al-Waqi'ah: 23) 
Baginda menjawab,”Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.” 
Saya berkata lagi,”Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, “˜Di dalam Syurga-syurga ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.” (Ar-Rahmaan: 70) 
Baginda  menjawab,”Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jeli.” 
Saya berkata lagi,”Jelaskan padaku firman Allah, “seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.” (Surah Ash-Shaaffaat: 49) 
Baginda  menjawab,”Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.” 
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan padaku firman Allah, “˜Penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (Surah Al-Waaqi'ah: 37) 
Baginda menjawab,”Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.” ................(hingga akhir hadis).
Leer completo...

Perasaan Buruk Sangka (Su'u zan) Dengan Allah.


Allah s.w.t berfirman yang bermaksud :
 "Sedang segolongan yang lain yang hanya mementingkan diri sendiri, menyangka terhadap Allah dengan sangkaan yang tidak benar, seperti sangkaan orang jahiliah."
(Surah Ali-Imran ayat 154)

Allah s.w.t berfirman yang bermaksud : 
"Wahai orang yang beriman, jauhilah kebanyakan sangkaan (kecurigaan), kerana sebahagian dari sangkaan itu dosa."
(Surah al-Hujurat ayat 12)

Apa itu buruk sangka? Dalam bahasa yang mudah di fahami, buruk sangka membawa erti 'negative thinking'.
Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud :
 " Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan sahaja, sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran."
(Surah Yunus ayat 36)

Biasanya sangka buruk lahir daripada bukti yang tidak kukuh. Belum lagi disiasat dan mengetahui lebih lanjut, pelbagai spekulasi telah terbit.

Punca Buruk Sangka Kepada Allah :
1. Tidak yakin dengan kekuasaan dan kebesaran Allah s.w.t.

2. Tidak dapat menerima hakikat bahawa lumrah hidup manusia yang sentiasa diuji.

3. Ragu-ragu sama ada ibadahnya akan diterima Allah atau tidak.

Leburkan Buruk Sangka :
1. Berusaha menambah ilmu.

2. Jangan sekali-kali berprasangka buruk tanpa asas.

3. Pandang sisi baik dan lupakan sisi jahat.

4. Sekiranya tiada sisi baik pada seseorang, maka jangan tergesa-gesa membuat sebarang andaian negatif.

5. Mintalah perlindungan Allah daripada bisikan syaitan.

6. Sembunyi keburukan Muslim.

7. Mohon kepada Allah diberikan sangkaan yang baik. 

Do'a Sa'id bin Jabir, "Ya Allah ya Tuhanku, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu dan sebaik-baik sangkaan dengan-Mu."


(Majalah Solusi  isu no. 17)
Leer completo...

Berhati-hati Dengan Godaan Dunia


Sahabat yang dikasihi kerana Allah,
Menurut Islam seluruh hidup kita ialah ibadah. Ibadah terbahagi dua iaitu ibadah khusus dan ibadah umum. Ibadah khusus adalah ibadah seperti solat, puasa, haji dan membaca al-Qur'an. Manakala tolong menolong, rajin, menjaga kebersihan, bercakap benar, taat pada ibu bapa, taat pada suami, mengasihi isteri dan seumpamanya dinamakan ibadah umum.

Islam mahukan penganutnya melakukan kedua-dua jenis ibadah itu iaitu ibadah khusus dan ibadah umum. Apabila  seorang Muslim melakukan kedua-dua ibadah itu bererti dia sentiasa dalam ibadah. Tiada waktunya yang disia-siakan kerana semua aktivitinya disukai oleh Allah s.w.t. dan mendapat pahala. Bagi menjadikan seluruh hidup kita sebagai ibadah maka beberapa perkara harus dihayati secara berterusan.

Sahabat yang dirahmati Allah,
Hendaklah kita yakin bahawa Allah s.w.t. sahaja yang berkuasa, yakin kepada Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah. Juga yakin bahawa Nabi Muhammad s.a.w ialah seorang manusia yang dipilih oleh Allah s.w.t. untuk mendapat berita dari langit (wahyu) dan baginda menjadi contoh. Kita meniru contohnya dalam ibadah khusus dan ibadah umum. Kita mesti meyakini bahawa al-Qur'an ialah panduan tertinggi untuk semua manusia, dimana sahaja dan pada zaman mana sekalipun.

Sentiasa berusaha untuk menjadikan diri bermanfaat kepada orang lain, dan berlumba-lumba untuk membuat kebaikan. Sentiasa ringan tangan untuk bersedekah, bantu membantu dan sentiasa menganjurkan kebaikan sesama manusia.

Sebagai seorang Muslim perlu membina keluarga yang harmoni. Ibu bapa, anak-anak dan suami isteri hendaklah tahu tanggung jawab masing-masing dan melaksanakannya. Sebagai ketua keluarga seorang suami wajib mencari rezeki yang halal dan diberkati Allah. Untuk menjadikan rezeki itu berkat, segala usaha mencari rezeki itu tidak melalaikan ibadah khusus, contohnya tidak meninggalkan solat. Juga tidak melalaikan dari ibadah umum. Disamping itu usaha mencari rezeki tidak mencuri masa keluarga. Masa untuk mendidik lebih utama daripada gairah mencari pendapatan lebih dan lumayan. Perlu pastikan bahawa anak-anak membesar dengan diberi kasih sayang dan didikan yang sempurna supaya mereka akan menjadi anak-anak yang soleh dan solehah.
Leer completo...

WANITA DALAM PERJUANGAN ISLAM: BERSEMANGAT DAN BERISTIQAMAH

Memperjuangkan Islam bukanlah suatu perkara mudah kerana terbukti di dalam sejarah bahawa Islam tertegak dengan mengalirnya darah para syuhada serta airmata balu-balu dan anak-anak yang mereka tinggalkan.

Memperjuangkan Islam bukanlah suatu perkara mudah kerana terbukti di dalam sejarah bahawa Islam tertegak dengan mengalirnya darah para syuhada serta airmata balu-balu dan anak-anak yang mereka tinggalkan. Perjuangan Islam menuntut bukan setakat masa, tetapi jiwa dan raga, pengorbanan dari segi harta dan kedudukan malah adakalanya menghambat nyawa. Firman Allah di dalam surah Al-Hujurat ayat 15 yang bermaksud: 

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman iaitu orang yang yakin dan percaya kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian tidak syak dan ragu-ragu (terhadap ajaran Allah dan Rasul-Nya) dan mereka berjihad dengan harta benda mereka dan jiwa raga mereka kepada jalan Allah, mereka itulah orang yang sebenar-benarnya (pengakuan imannya)” 

Itulah semangat yang ditunjukkan oleh umat-umat Islam terdahulu dan segelintir pejuang-pejuang Islam sekarang tanpa mengira lelaki ataupun perempuan. Malah orang yang mula-mula syahid dalam mempertahankan Islam pada zaman Rasulullah s.a.w adalah seorang wanita, Sumaiyah dari keluarga Yasir.

Leer completo...

Teman seperjuangan..