Ciri-Ciri BUKAN Lelaki Idaman (Khas Bagi Lelaki/Wanita)


Manusia idaman sejati adalah makhluk pilihan. Begitu banyak ujian dan rintangan untuk menjadi seorang idaman sejati. Sebaliknya, yang bukan idaman malah tersebar ke mana-mana. Inilah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini. Siapakah lelaki yang tidak layak menjadi idaman dan tambatan hati? Apa saja ciri-ciri mereka? Mudah-mudahan -dengan izin Allah- kami dapat mengungkapkannya pada tulisan yang singkat ini.

Ciri Pertama: Akidahnya Rosak

Di antara ciri lelaki semacam ini adalah ia punya prinsip bahwa jika cinta ditolak, maka dukun pun bertindak. Jika sukses dan lancar dalam bisnes, maka ia pun menggunakan azimat/tangkal. Ingin buka perusahaan pun ia memakai pelaris. Jika berencana nikah, harus menghitung hari baik terlebih dahulu. Yang jadi kegemarannya agar hidup lancar adalah mempercayai ramalan bintang agar semakin maju dalam melangkah.

Inilah ciri lelaki yang tidak layak dijadikan idaman. Akidah yang ia miliki sudah jelas adalah akidah yang rosak. Ibnul Qayyim mengatakan, “Barangsiapa yang hendak meninggikan bangunannya, maka hendaklah dia mengukuhkan asasnya dan memberikan perhatian penuh terhadapnya. Sesungguhnya kadar tinggi bangunan yang boleh dia bangun adalah sebanding dengan kekuatan asas yang dia buat. Amalan manusia adalah ibarat bangunan dan asasnya adalah iman.” (Al Fawaid).
Berarti jika aqidah dan iman seseorang rosak -padahal itu adalah pokok atau asas, maka bangunan di atasnya pun akan ikut rosak. Perhatikanlah hal ini!

Ciri Kedua: Mensia-siakan Shalat

Tidak shalat jama’ah di masjid juga menjadi ciri lelaki bukan idaman. Padahal shalat jama’ah bagi lelaki adalah suatu kewajiban sebagaimana disebutkan dalam al Qur’an dan berbagai hadits.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, seorang lelaki buta datang kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan berkata, ”Wahai Rasulullah, aku  tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingi aku untuk mendatangi masjid.” Maka ia meminta keringanan kepada Rasulullah untuk tidak shalat berjama’ah dan agar diperbolehkan shalat di rumahnya. Kemudian Rasulullah memberikan keringanan kepadanya. Namun  ketika lelaki itu hendak beranjak, Rasulullah memanggilnya lagi dan bertanya, “Apakah kamu mendengar adzan?” Ia menjawab, ”Ya”. Rasulullah bersabda, ”Penuhilah seruan (adzan) itu.” (HR. Muslim).

Orang buta ini tidak dibolehkan shalat di rumah apabila dia mendengar adzan. Hal ini menunjukkan bahwa memenuhi panggilan adzan adalah dengan menghadiri shalat jama’ah. Hal ini ditegaskan kembali dalam hadits Ibnu Ummi Maktum. Dia berkata, “Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut”.” (HR. Abu Daud, Shahih)

Lihatlah laki-laki tersebut memiliki beberapa udzur:
[1] dia adalah seorang yang buta.
[2] dia tidak punya teman sebagai penunjuk jalan untuk menemani
[3] banyak sekali tanaman
[4] banyak binatang buas.

Namun kerana  dia mendengar adzan, dia tetap diwajibkan menghadiri shalat jama’ah. Walaupun punya berbagai macam udzur semacam ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memerintahkan dia untuk memenuhi panggilan adzan yaitu melaksanakan shalat jama’ah di masjid. Bagaimana dengan orang yang dalam keadaan tidak ada udzur sama sekali, masih diberi kenikmatan penglihatan dan sebagainya?! Imam Asy Syafi’i sendiri mengatakan, “Adapun shalat jama’ah, aku tidaklah memberi keringanan bagi seorang pun untuk meninggalkannya kecuali bila ada udzur.” (Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha)

Jika lelaki yang menyia-nyiakan shalat berjama’ah di masjid saja bukan merupakan lelaki idaman, lantas bagaimana lagi dengan lelaki yang tidak menjalankan shalat berjama’ah sendirian mahupun secara berjama’ah?!

Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya Ash Shalah wa Hukmu Tarikiha, mengatakan, ”Kaum muslimin tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.”

Ciri Ketiga: Sulit Menundukkan Pandangan

Inilah ciri berikutnya, yaitu lelaki yang sulit menundukkan pandangan ketika melihat wanita. Inilah ciri bukan lelaki idaman. Kerana Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.” (QS. An Nur: 30)

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada para lelaki yang beriman untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan yaitu wanita yang bukan mahram. Namun jika ia tidak sengaja memandang wanita yang bukan mahram, maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya.

Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim)

Boleh jadi laki-laki tersebut jika telah menjadi suami malah memandang lawan jenisnya sana-sini ketika isterinya tidak melihat. Keadaan seperti ini pun telah ditegur dalam firman Allah (yang artinya),“Dia(ALLAH) mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. Ghofir: 19)

Ibnu ‘Abbas ketika membicarakan ayat di atas, beliau mengatakan bahwa yang disebutkan dalam ayat tersebut adalah seorang yang bertamu ke suatu rumah. Di rumah tersebut ada wanita yang berparas cantik. Jika tuan rumah yang menyambutnya memalingkan pandangan, maka orang tersebut melirik wanita tadi. Jika tuan rumah tadi memperhatikannya, ia pun pura-pura menundukkan pandangan. Dan jika tuan rumah sekali lagi berpaling, ia pun melirik wanita tadi yang berada di dalam rumah. Jika tuan rumah sekali lagi memperhatikannya, maka ia pun pura-pura menundukkan pandangannya. Maka sungguh Allah telah mengetahui isi hati orang tersebut yang  bertindak kurang ajar.

Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya. Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Allah itu mengetahui setiap mata yang memandang apakan ia ingin khianat ataukah tidak.” Demikian pula yang dikatakan oleh Mujahid dan Qotadah. (Tafsir Ibnu Katsir)

Ciri Keempat: Senangnya Berdua-duaan

Inilah sikap lelaki yang tidak baik yang sering mengajak pasangannya yang belum halal baginya untuk berdua-duaan ( berkhalwat). Berdua-duaan di sini boleh juga dalam bentuk tanpa hadir dalam satu tempat, namun melalui khidmat pesanan singkat (sms), melalui kata-kata mesra di FB dan lainnya. Seperti ini pun termasuk semi khalwat yang juga terlarang.

Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahramnya.” (HR. Bukhari)
Dalam hadits lain disebutkan, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahramnya.” (HR. Ahmad. Shahih dilihat dari jalur lain)

Ciri Kelima: Tangan Suka Usik-Mengusik

Ini juga bukan ciri lelaki idaman. Tangannya suka bersalam wanita yang tidak halal baginya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun ketika berbaiat dan waktu lainnya tidak pernah menyentuh tangan wanita yang tidak halal baginya.

Dari Abdullah bin ‘Amr, ”Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah berjabat tangan dengan wanita ketika berbaiat.” (HR. Ahmad. Shahih).
Dari Umaimah bintu Ruqaiqah dia berkata, ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku tidak pernah menjabat tangan para wanita, hanyalah perkataanku untuk seratus orang wanita seperti perkataanku untuk satu orang wanita.” (HR. Tirmidzi, Nasai, Malik. Shahih)

Ciri Keenam: Tanpa Arah yang Jelas

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seseorang dianggap telah berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Muslim)

Berarti kriteria lelaki idaman adalah ia bertanggungjawab terhadap isterinya dalam hal nafkah. Sehingga seorang lelaki harus memiliki jalan hidup yang jelas dan tidak boleh ia hidup tanpa arah yang sampai menyia-nyiakan tanggungannya. Sejak awal atau pun sejak muda, ia sudah memikirkan bagaimana kelak ia dapat memberi nafkah isteri dan anak-anaknya. Di antara bentuk persiapannya adalah dengan belajar yang giat sehingga kelak boleh mendapat kerjaya yang baik atau berusaha sendiri.

Begitu pula hendaknya ia tidak melupakan isterinya untuk diajari agama. Kerana untuk urusan dunia mesti kita urus, apalagi yang sangkut pautnya dengan agama yang merupakan keperluan ketika menjalani hidup di dunia dan akhirat.

Sehingga sejak awal pun, seorang lelaki sudah mulai membekali dirinya dengan ilmu agama yang cukup untuk dapat mendidik isteri dan keluarganya.

Oleh yang demikian itu, seorang lelaki yang kurang memperhatikan agama dan urusan menafkahi istrinya patut dijauhi karena ia sebenarnya bukan pria idaman yang baik.

Mudah-mudahan tulisan ini menjadi sebagai petunjuk bagi para wanita muslimah yang ingin memilih laki-laki yang sesuai untuk dirinya. Dan juga boleh menjadi pembetulan untuk lelaki agar selalu muhasabah diri. Nasihat ini pun bermanfaat bagi setiap orang yang sudah berkeluarga agar menjauhi sifat-sifat keliru di atas.

Wallahu waliyyut taufiq...

Leer completo...

WANITA DAN AURAT

Saudariku.....
Sesungguhnya kejadianmu terlalu unik
Tercipta dari tulang rusuk Adam yang bengkok menghiasai taman-taman indah
Lantas menjadi perhatian sang kumbang.
Kau umpama sekuntum bunga
Harum aromamu bisa menarik perhatian sang kumbang untuk mendekatimu

Namun.....
Tidak semua bunga senang untuk didekati oleh sang kumbang
Lantaran duri yang memagari dirinya umpama mawar
Dari kejauhan sudah tercium akan keharumannya
Serta kilauan warnanya yang memancar indah
Mengundang kekaguman terhadap sang kumbang
Tapi awas duri yang melingkari
Bisa membuatkan sang kumbang berfikir beberapa kali untuk mendekatinya

Saudariku.....
Aku suka sekiranya kau seperti mawar
Yang tercermin pada setiap diri mujahidah
Bentengilah dirimu dengan perasaan malu
Yang bertiangkan rasa keimanan
Dan keindahan taqwa kepada Allah
Hiasilah wajah mu dengan titisan wudhu
Ingatlah bahwa ciri-ciri seorang wanita solehah
Ialah ia tidak melihat kepada lelaki
Dan lelaki tidak melihat kepadanya.
Sesuatu yang tertutup itu lebih berharga
Jika dibandingkan dengan sesuatu yang tampak

Umpama sebutir permata yang dipamerkan buat perhatian umum dengan permata yang diletakkan dalam satu tempat yang tertutup
Sudah pastinya keinginan untuk melihat permata yang tersembunyi itu melebihi daripada yang terlihat.
Wanita solehah yang taat dan patuh pada Al Khaliq dalam melayari liku-liku kehidupannya
Adalah harapan setiap insan yang bernama Adam......

Namun ...........
Ianya memerlukan pengorbanan dan mujahadah yang tinggi
Karena ianya bercangkang nafsu
Serakah materi yang bersarang dalam dirinya
Lebih-lebih lagi atribut gadis modern yang ianya miliki
Sudah pastinya darah mudanya memudarkan rasa keimanan yang ada
Maka berhati-hatilah saudariku

Namun ingatlah saudariku....
Sesiapa yang inginkan kebaikan
Maka Allah akan memudahkan baginya jalan-jalan kearah itu
Yang Penting saudariku engkau mesti punyai azam, usaha dan keistiqomahan

Saudariku.....
Akuilah hakikat dirimu
Menjadi fitnah kepada kebanyakan lelaki
Seandainya pakaian malumu kau tanggalkan dari tubuhmu maka sudah tidak ada lagi perisai yang dapat membentingimu...
Sesungguhnya nabi mengatakan tentang bahaya dirimu

"Tidak ada suatu fitnah yang lebih besar yang lebih bermaharajalela selepas wafatku
terhadap kaum lelaki selain fitnah yang bersumber daripada wanita"

Oleh itu saudariku
Setiap langkah dan tindakanmu
Hendaklah bermanhajkan kepada Al Quran dan As Sunnah
Jangan biarkan orang lain mengeksploitasikan dirimu untuk kepentingan tertentu
Sesungguhnya Allah telah mengangkat
martabatmu sebaris dengan kaum Adam
Kau harapan ummah dalam melahirkan
Para mujahid dan mujahidah
Yang bisa menggoncangkan dunia dengan sentuhan lembut tanganmu..

Semoga disana mampu melahirkan rasa keagungan dan kehebatan
terhadapNya dan timbul rasa cinta dan kasih pada Penciptamu............

diharapkan para wanita, muslimah, siswi, perempuan, gadis yang beragama Islam khususnya, ubahlah personaliti kearahNya..dan sama-sama kita tingkatkan prestasi kita sebagai khalifah Allah..^_^


aurat wanita..bantahan kaum sesetengah kaum hawa:

"Eleh, tetapi hari ini ramai juga wanita bertudung yang kena rogol, malah setengahnya kena bunuh dijerut dengan tudungnya pulak, kanak-kanak pun kena rogol dan bunuh. Ini maknanya, tudung bukan lagi penyelamat la ustaz. Ha..macam mana ustaz nak jawab tu ?. Hujah balas yang selalu saya dengar bila isu ini ditimbulkan.

"Pernah tak anda merasa amat marah sepanjang hidup anda ?" Tanya saya kembali.
"Pernah juga ustaz..kenapa ustaz, apa kaitannya?" Bingung sekali lagi mereka nampaknya.

"Biasanya bila seseorang itu sedang amat marah, sempat tak agaknya ia berfikir bahaya atau tidak tindakan yang dibuatnya sebagai contoh; ada orang yang sedang marah kerana bising tangisan kanak-kanak, maka ditendang (seperti berita yang saya baca di akhbar baru-baru ini), ditolak jatuh tangga, ditekup wajah kanak-kanak itu dengan bantal dan macam-macam lagi bagi menghilangkan kemarahan atau gangguan bising itu, setelah beberapa ketika mungkin baru seolah-olah dia tersedar, lalu cemas dan mungkin menyesal"

"Demikianlah juga nafsu jahat, bila ia berada di tahap tinggi, ia tidak lagi melihat samada kepada pakaian dan umur wanita mahupun isteri orang dihadapannya, sasarannya hanya mendapatkan hajat jahatnya, kerana itulah wanita yang menutup aurat dengan sempurna serta kanak-kanak perempuan juga terancam, tanpa dapat dinafikan juga peranan vcd, laman, akhbar, majalah dan novel lucah " terang saya.

"Tapi macam mana pulak ayat tadi kata tutup aurat dapat mengelakkan wanita dari disakiti ?" Balas mereka dengan penuh minat kali ini.

"Jika kita lihat dengan teliti, ayat tadi sebenarnya ditujukan kepada seluruh kaum wanita. Ini bermaksud, jika sebahagian besar wanita tidak mentaatinya dan memakai pakaian seksi pula. Di ketika itu, faedah dan kebaikan dari tutup aurat bagi menjaga semua kaum wanita dari disakiti secara umum akan tergugat dariu mencapai matlamat umumnya. Sebenarnya, ayat itu nak beritahu bahawa seluruh wanita bertanggung jawab menjaga keselamatan kaum sejenisnya dengan menjaga aurat masing-masing" Jelas saya

"Maka bila ada yang seksi, ini bermakna, ia sedang mengancam kaum sejenisnya yang lain dan di tempat lain kerana telah menghidupkan nafsu kebinatangan lelaki jahat yang sedang tidur"
Leer completo...

APA YANG MUSLIMAH INGINKAN DARI SEORANG LELAKI.


Suami idaman kami

lautan cintanya pada Rabb Izzati
cinta teragungnya
debar rindunya hanya pada Jannatul Firdaus
tempat kembali yang sangat indah
maka kami adalah yang paling setia
mengiringi hidupnya di dunia ini



Suami idaman kami
hidupnya untuk Islam
setiap detik hidupnya hanya untuk
menegakkan daulah islamiah di bumi Allah
setiap peluh yang menitis hanya kerana
memperjuangkan kelestarian Islam agar terpelihara
maka kami adalah yang paling berbangga
menjadi srikandi kepada seorang yang bergelar mujahid



suami idaman kami
jihadnya untuk Islam
setiap darah yg mengalir
pasti kerana tekad untuk memelihara kesucian Islam
syahidnya kerana Islam
maka kami adalah yang amat beruntung
memiliki kekasih yang gagah sepertinya



suami idaman kami
wajahnya sentiasa dibasahi wudhuk yg sempurna
bibirnya sentiasa dihiasi dengan zikir padaNya
setiap tutur kata bermanfaat buat kami dan semua
maka kami adalah yang paling bahagia
dinaungi seorang yang bijak laksana



suami idaman kami
penglihatannya sentiasa dipelihara
menjauhkan kebatilan dari dirinya
hanya memandang kepada yang hak daripadanya
dia melindungi dan menyayangi
atas rasa tanggungjawab pada amanah yang dianugerahkan
dia menegur dan menasihati
dengan tulus dan ihsan
agar mendapat mardhatillah
maka kami adalah yang paling bertuah
dapat mengasihi seorang mukmin soleh sepertinya



suami idaman kami
berusaha memperelokkan diri
dengan ilmu dan pengetahuan
agar semakin petah berbicara
agar menjadi da'ei yang berhikmah
sentiasa berusaha menghiasi diri dengan
untaian taqwaqiamullail memang tradisinya
solat sunat menjadi kegemarannya
tilawah Quran ibadah kesukaannya
maka kami adalah yang paling beruntung
mendapat bahagian dalam doanya



suami idaman kami
dirimu permata gemilang
yang bakal menyerikan dan mewarnai hidup kami
kami adalah yang paling bersyukur
kerana menjadi permaisuri mahligaimu insya Allah,kami akan menjadi penyokong setiamu
dalam memperjuangkan kalimah Allah di muka bumi ini
kerana dirimu adalah
KEKASIHKU, MUJAHIDKU.
Leer completo...

Dugaan Datang Bersama Hikmah



DUGAAN dalam kehidupan manusia sering bertali arus dalam kehidupan. Kerana nilai dugaan yang cukup besar harganya, manusia perlu menghadapinya dengan sepenuh kekuatan yang diberikan Allah dalam jiwa melalui kekuatan iman dan akal fikiran.

Hari ini, tragedi demi tragedi berlaku dalam sejarah manusia memerlukan nilai kesabaran yang tinggi untuk melaluinya.

Bukan semudah kata-kata, ia umpama hempedu yang perlu ditelan walau pahit rasanya.
Malaysia mengalami sejarah hitamnya dalam tragedi bencana alam yang terburuk dan pertama kali berlaku sehinggakan mengorbankan puluhan nyawa yang tersayang.

Di negara-negara dunia seperti Sri Lanka, Thailand, Sumatera kedengaran ratapan yang mengiringi kematian di luar jangkauan manusia.

Umat Islam dalam berhadapan dengan bencana sebegini, perlu bersedia bukan sahaja daripada keperluan fizikalnya tetapi minda dan hati yang teguh dengan keimanan terhadap Allah.

Ujian yang diturunkan Allah sememangnya cukup berat, jika ia diterima dengan keredhaan, akan hadir sedikit ketenangan dalam kehidupan.

Allah meletakkan kepentingan sabar sebagai asas dalam menghadapi ujian dan malapetaka.

Firman-Nya disebutkan, Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang, dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk. (Al-Baqarah: 45)
Ujian membuktikan kekuatan manusia dalam berhadapan dengan keadaan tersebut. Malah tingkat ujian berbeza menurut kemampuan seseorang.

Ujian hadir dalam pelbagai bentuk, kehendak hati terhadap sesuatu yang dilarang, konflik antara individu yang akrab dalam keluarga, halangan-halangan dakwah, penderitaan, kemiskinan dan kekayaan, kejadian-kejadian di luar jangkauan kecil mahupun besar adalah antara ujian yang sering dihadapi.

Malah ujian dan dugaan sering membawa bersama manusia dengan dua pilihan, bagaimana seseorang menghadapinya.

Adakah dengan menyalahkan takdir atas kejadian buruk yang menimpa sehingga Tuhan turut dipersoalkan atau menerimanya sebagai satu musibah yang mengingatkan diri tentang kebesaran-Nya dan yakin dengan hikmah-Nya.

Ke manakah motivasi tindakan kita dijanakan, sama ada antara yang membunuh keyakinan atau ke arah yang mengukuhkan diri menghadapi cabaran, ia adalah pilihan yang diberikan Allah.

Melalui dugaan inilah, terpamer sikap seorang bergelar Muslim, dalam kelompok mana seseorang itu berada kini. Boleh jadi dalam kelompok Muslim yang benar-benar ikhlas beriman kepada Allah atau sebaliknya. Firman Allah, surah al-Baqarah ayat 155:

Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan dan (dengan berlakunya) kekurangan daripada harta benda dan jiwa serta hasil tanaman, dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar.
Seorang yang beriman, perlu menghadapi setiap dugaan dan cabaran dengan nilai-nilai positif sebagai usaha mengimbangi kehidupan yang sedia agar sentiasa lurus di jalan-Nya.

Ia tidak boleh dijadikan alasan untuk membelakangi suruhan-Nya dengan andaian-andaian palsu kononnya Tuhan tidak menyayanginya lagi sehingga gelap masa depannya.

Kesabaran dalam menghadapi dugaan datang bersama tindakan daripada diri sendiri dan secara kolektif melalui bantuan yang termampu.

Nilai kehidupan berjemaah dalam masyarakat Islam dapat ditingkatkan dengan pertolongan yang diberikan, yang secara langsung mengikat nilai ukhuwah dan pertautan jiwa atas nama persaudaraan Islam.

Dugaan datang bersama hikmah. Ia memerlukan masa untuk manusia memperhalusi sebab dan punca sesuatu perkara.

Umpamanya konflik antara Gerakan Acheh Merdeka (GAM) dan Tentera Nasional Indonesia (TNI) di bawah kerajaannya hari ini bersedia berdamai atas nama kemanusiaan dan bergandingan membantu mangsa-mangsa yang terkorban.

Jika dilihat dengan mata kasar manusia biasa, ia mungkin tidak membawa erti. Tetapi buat pencinta keamanan dan kedamaian, konflik yang dihentikan seketika ini membuktikan akan berlaku keharmonian antara dua pihak walau ada yang pesimis mengenainya, cuma ia masih bermain dengan masa.

Manusia dalam situasi pertentangan kepentingan berhenti daripada bermain api permusuhan apabila musibah ini melanda.

Kepentingan terhadap majoriti melebihi kehendak diri, masing-masing perlu mengubah sikap buat seketika.

Ujian dan dugaan menjadikan diri sentiasa menghargai apa yang sudah dimiliki. Iamengingatkan manusia agar tidak cepat lupa dan sentiasa bersyukur dengan apa yang ada.
Seandainya waktu ini kita dikelilingi oleh insan bernama ibu, ayah, adik dan abang, bersama rakan-rakan yang baik, suasana yang sentosa, wajarlah kita menghargai melalui kesyukuran dan menggunakan peluang sebaik-baiknya untuk bersama dalam suasana positif yang sentiasa saling memaafkan. Ingatlah, seburuk mana pun insan-insan ini, mereka adalah darah daging kita.

Dalam masa yang sama bergeraklah dalam kelompok di kalangan rakan-rakan atau keluarga untuk sama-sama membantu mereka yang telah kehilangan dengan rasa simpati dan empati yang mendalam terhadap mereka. Kata orang, hari ini hari mereka, mungkin esok hari kita.

Nasihat sabar dalam keimanan adalah kata-kata terbaik yang perlu diungkapkan dengan mengingatkan mereka tentang perjalanan penuh cabaran manusia-manusia bergelar nabi dan rasul pilihan Allah, sebagaimana disebutkan dalam surah al-Asr ayat 1 hingga 4:

Demi masa. Sesungguhnya manusia di dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman, beramal soleh dan berpesan-pesan dengan kebenaran serta berwasiat dengan kesabaran.


Sumber: utusan Melayu, Bicara Agama
Leer completo...

Pokok-pokok kebaikan di dunia


ALLAH beri bermacam-macam kebaikan di dunia buat hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Dan segala kebaikan itu pula bermanfaat untuk akhirat mereka. Bagaimana kita hendak tahu kita telah mendapat kebaikan di dunia atau tidak? Apa kata para ulama mengenai kebaikan di dunia itu?
Ulama-ulama dahulu termasuk Ibnu Katsir, telah menyenaraikan apa itu kebaikan di dunia di dalam kitab-kitab mereka. Apa yang mereka senaraikan itu semuanya dilihat dari neraca agama dan penilaian Allah serta bertepatan dengan fitrah manusia yang inginkan kebaikan dalam hidup.
Kebaikan yang disenaraikan itu meliputi perkara-perkara berikut: kesihatan, isteri yang solehah, rezeki yang luas lagi halal, anak-anak penyejuk hati, kerehatan, ilmu yang bermanfaat, amal soleh, rumah yang aman, kenderaan yang baik, dan pandangan baik dari orang.Kebaikan di dunia juga menurut ulama merangkumi limpahan segala nikmat, kesejahteraan hidup dan taufik dari Allah Yang Esa.Ada juga ulama mengatakan kebaikan di dunia itu meliputi tiga perkara iaitu hati yang bersyukur, lidah yang berzikir dan tubuh badan yang sabar (dalam menanggung ujian Allah). Tiga perkara ini terkandung dalam doa yang diamalkan oleh Rasulullah SAW.
Senarai kebaikan di dunia oleh ulama-ulama ini bukan hanya dilihat pada perkara-perkara lahir yang dapat dipandang mata tetapi juga perkara-perkara batin yang dapat dirasai oleh hati. Perkara-perkara itu adalah pokok-pokok kebaikan di dunia.




Pokok-pokok Kebaikan Di Dunia


Apa rasionalnya mereka mengatakan demikian? Kenapa dikatakan semua itu kebaikan di dunia? Mari kita lihat dan cuba huraikan:
1. Mendapat taufik dan hidayah Allah SWT
Orang yang mendapat taufik dan hidayah ertinya dia seorang yang dibantu oleh Allah untuk mengamalkan Islam. Islam bererti "selamat". Orang Islam kalau kekal mendapat taufik dan hidayah dari Allah, akan selamat di dunia dan akhirat. Sabda Rasulullah SAW : "Sungguh beruntung orang yang beragama Islam…" (Hadis Riwayat Muslim)
Dari Abi Zar r.a., Rasulullah SAW bersabda, (Hadith Qudsi) "Firman Allah Taala: Wahai hamba-hamba-Ku, Aku telah haramkan ke ats diri-Ku kezaliman dan Aku jadikan kezaliman itu juga haram ke ats kamu semua maka janganlah berlaku zalim sesama sendiri.
Wahai hamba-hamba-Ku, semua kamu adalah sesat kecuali orang-orang yang mendapat petunjuk-Ku, maka mintalah hidayah daripada-Ku, nescaya akan Aku berikan. Wahai hamba-hamba-Ku semua kamu adalah dalam kelaparan kecuali orang yang mendapat makanan daripada-Ku, maka mintalah daripada-Ku nescaya Aku berikan kepadamu.
Wahai hamba-hamba-Ku semua kamu adalah tidak berpakaian kecuali orang yang Aku berikan kepadanya pakaian, maka mintalah daripada-Ku nescaya akan Aku berikan. Wahai hamba-hamba-Ku, kamu semua melakukan salah dan silap setiap masa dan Aku adalah pengampun dosa-dosa, maka pohonlah keampunan daripada-Ku nescaya Aku akan ampunkan..." (Hadis Riwayat Muslim)


2. Diberi kefahaman dalam agama
Untuk amalkan Islam perlukan kefahaman. Siapa yang diberi kefahaman tentang Islam juga dikira telah mendapat kebaikan di dunia. Orang Islam yang tidak diberi kefahaman tentang Islam oleh Allah akan mengamalkan apa yang disangkanya dari ajaran Islam tetapi sebenarnya menyeleweng dari Islam. Hidupnya tak akan benar-benar selamat dan tak mampu menyelamatkan orang lain.
Sabda Rasulullah SAW : "Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan kepadanya, Dia akan menjadikannya faham dalam agama." (Riwayat Bukhari dan Muslim)


3. Dapat berbuat amalan soleh
Dengan kefahaman agama yang Allah beri, seseorang itu dapat berbuat amal soleh. Ini juga merupakan kebaikan di dunia kerana hidup akan terisi perkara baik dan tidak terumbang-ambing. Firman Allah yang bermaksud: "Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperolehi 'hasanah' (kebaikan). Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (Surah Az-Zumar, ayat 10)


4. Mendapat ilmu yang bermanfaat
Ilmu yang bermanfaat adalah panduan untuk mengisi hidup dengan perkara-perkara baik dan selamat. Sebab itu Rasulullah SAW berdoa: "Ya Allah ya Tuhanku, berikanlah manfaat kepadaku dari apa-apa Engkau ajarkan kepadaku dan ajarkan daku apa-apa yang bermanfaat buat diriku." (Hadis Riwayat at-Tabrani)
Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: "Sesiapa yang berkehendakkan dunia maka hendaklah ia berilmu, sesiapa yang berkehendakkan akhirat maka hendaklah ia berilmu dan sesiapa yang berkehendakkan kedua-duanya maka hendaklah ia berilmu." (Hadis Riwayat at-Tirmidzi).Ilmu pengetahuan menurut Islam sama ada yang berunsur keduniaan mahupun keakhiratan adalah bersifat sepadu (integrated) dan saling berhubung di antara satu sama lain. Berasaskan pegangan inilah maka kehidupan dunia akan dapat dijadikan persediaan untuk kehidupan di akhirat.
Ilmu terbahagi kepada dua iaitu ilmu naqliyah yang berteraskan wahyu seperti aqidah, syariah dan akhlak dan ilmu aqliyah iaitu ilmu yang pada zahirnya dipandu oleh akal bagi memperolehi kejayaan dan kemajuan duniawi. Kedua-dua jenis ilmu ini bersepadu bagi mencapai satu matlamat iaitu keredhaan Allah SWT.Islam menggalakkan umatnya memiliki seberapa banyak ilmu dalam usaha mencari kehidupan yang baik dan sempurna disamping memajukan masyarakat menurut lunas-lunas yang dibenarkan oleh Islam.




5. Mendapat isteri yang solehah
Kebahagiaan hidup adalah perkara yang semua orang impikan. Kebahagiaan selalunya bermula di rumah. Siapa yang mendapat pasangan hidup yang baik patut bersyukur kerana di situlah tanda kebahagiaannya. Isteri atau suami yang baik ini juga membantu seseorang mendekatkan diri kepada Allah. Itulah antara kebaikan di dunia buatnya.
Sabda Rasulullah SAW : "Empat dari tanda-tanda kebahagiaan seseorang: Isterinya solehah, anak-anaknya abrar (soleh), teman-temannya orang soleh dan sumber rezekinya di negerinya sendiri." (Hadis Riwayat ad-Dailami dari Ali r.a.)
Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: "Apabila seseorang isteri meninggal dunia dan suaminya redha kepadanya, maka ia akan masuk syurga." (Hadis Riwayat Tirmidzi dan Ibn Majah)
Islam telah menggariskan peranan suami dan isteri dengan jelas di mana suami mestilah bersedia untuk mentadbir rumah tangga dan isteri pula mestilah bersedia untuk mentaati perintah suami.Syurga anak adalah di telapak kaki ibunya manakala syurga isteri adalah apabila taatkan suaminya. Taat di sini bererti patuh kepada perintah dan kehendak suami kecuali apabila suami menyuruh melakukan dosa. Ia menduduki tempat kedua selepas taat kepada Allah dan Rasul.Ketaatan isteri berkait rapat dengan keperibadian suami di mana kuasa suami bukan terletak pada kekuatan fizikalnya tetapi terletak pada iman, ilmu dan kesabarannya. Dengan demikian barulah kepimpinannya menjadi lebih mantap dan dihormati isteri.
Kunci kerukunan rumah tangga adalah persefahaman antara suami isteri. Oleh itu Islam telah menyarankan bahawa dalam mencari isteri idaman hendaklah dari kalangan wanita yang mempunyai empat ciri seperti berketurunan baik, elok paras rupanya, berharta, dan kuat pegangan agamanya.
Namun yang perlu diutamakan adalah yang solehah (beriman) agar mudah untuk dididik dan beberapa masalah rumah tangga dapat dielakkan seperti isteri nusyuz dan sebagainya.Setiap wanita Islam hendaklah menyedari tentang hak-haknya yang telah digariskan oleh syarak agar tidak berlaku kekeliruan dalam mentaati suami sehingga menjadi mangsa penderaan oleh suami yang tidak bertanggungjwab.Oleh itu seorang isteri yang solehah adalah yang mencakupi erti kata wanita yang berilmu dan beriman. Dengan demikian rumah tangga akan sentiasa aman dan bahagia.Namun ada juga orang yang Allah beri kebaikan walaupun tidak mendapat pasangan hidup yang soleh atau solehah. Buat mereka Allah kurniakan pahala sabar dalam mendidik atau sabar dalam menghadapi kerenah pasangannya.




6. Mendapat zuriat penyejuk hati
Betapa sejuknya hati kalau anak-anak taat, hormat dan tahu berbakti. Tanpa tiga perkara ini, tidak ada erti kepandaian, kedudukan dan jawatan tinggi yang dibangga-banggakan pada anak. Anak yang baik akan terus memberi manfaat setelah kematian kita. Pahala amalan baiknya hasil didikan kita terus mengalir kepada kita dan kita juga menerima kebaikan dari doa mereka.Dalam riwayat yang lain, Rasulullah SAW telah bersabda yang bermaksud : "Empat perkara yang membawa kebahagiaan iaitu wanita yang solehah, rumah yang luas, jiran yang baik dan kenderaan yang selesa." (Hadis Riwayat Ibnu Hibban)
Kehidupan yang selesa adalah suatu bentuk kehidupan yang dialu-alukan oleh Islam di mana kehidupan yang sempurna memerlukan empat elemen asas yang penting iaitu:
Wanita yang solehah- iaitu isteri yang baik yang dapat menguruskan keluarga dan rumahtangga dengan sempurna.
Rumah yang luas yang boleh memberikan keselesaan untuk bermesra dengan keluarga dan anak-anak di samping dapat melapangkan fikiran dengan baik dan tenang.
Jiran yang baik kerana jiran merupakan orang yang paling rapat selepas sanak saudara dan keluarga. Jiran yang baik dapat menjamin keharmonian hidup bermasyarakat sehinggakan ikatan kejiranan itu boleh bertukar seakan-akan sebuah kelurga yang kasih-mengasihi dan saling mengambil berat di antara satu sama lain.
Kenderaan yang selesa kerana ia memberikan kemudahan dalam segala urusan.
Antara tabiat buruk yang mengancam kebahagiaan hidup ialah berfoya-foya dengan kehidupan mewah, boros harta dan membazir ketika berbelanja.
Tabiat ini sering disebut dalam al-Quran sebagai punca kehancuran beberapa umat yang terdahulu.
Kemewahan hidup berbeza antara satu zaman dengan zaman yang lain, mungkin mewah pada suatu ketika dahulu, tidak dianggap mewah pada hari ini, kerana perbezaan masa, suasana dan pendapatan menjadikan ukuran kemewahan turut berbeza.


7. Mendapat kawan-kawan yang solihin
Perkara ini juga disebut dalam hadis sebagai tanda kebahagiaan. Kawan yang baik akan tegur kesalahan kita dan mengajak kita buat baik. Kawan yang soleh atau solehah ini akan bawa kita ke jalan hidup selamat. Mereka tempat berkongsi masalah dan kegagalan, bukan hanya berkongsi senang dan kejayaan.
Rasulullah SAW bersabda, maksudnya, "Manusia yang paling dikasihi Allah ialah orang yang memberi manfaat kepada orang lain dan amalan yang paling disukai oleh Allah ialah menggembirakan hati orang-orang Islam atau menghilangkan kesusahan daripadanya atau menunaikan keperluan hidupnya di dunia atau memberi makan orang yang lapar.
Perjalananku bersama saudaraku yang muslim untuk menunaikan hajatnya, adalah lebih aku sukai daripada aku beriktikaf di dalam masjid ini selama sebulan, dan sesiapa yang menahan kemarahannya sekalipun ia mampu untuk membalasnya nescaya Allah akan memenuhi keredhaannya di dalam hatinya pada hari Qiamat, dan sesiapa yang berjalan bersama-sama saudaranya yang Islam untuk menunaikan hajat saudaranya itu hinggalah selesai hajatnya nescaya Allah akan tetapkan kakinya (ketika melalui pada hari Qiamat) dan sesungguhnya akhlak yang buruk akan merosakkan amalan seperti cuka merosakkan madu." (Hadis Riwayat Ibnu Abi Dunya).Berbuat baik dan memberi keselesaan kepada orang lain akan diganjari Allah dengan balasan yang berlipat ganda sama ada berupa pahala, kebaikan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.Semua ini akan dapat dilakukan sekiranya seseorang itu mempunyai keimanan dan keikhlasan di hatinya sehingga segala tindakan-tindakan yang dilakukannya sentiasa melahirkan kebaikan pada dirinya dan dalam hubungannya dengan orang lain serta masyarakat di sekelilingnya.


8. Kesihatan, kesejahteraan dan kelapangan
Dengan kesihatan yang baik, banyak perkara dapat dilakukan dalam hidup ini. Orang Mukmin memanfaatkan kesihatan untuk buat sebanyak mungkin kebaikan sebelum datangnya sakit. Kesihatan juga sering dikaitkan dengan kesejahteraan hidup. Rasulullah SAW memohon: "Ya Allah, ‘afiatkanlah tubuh badanku dan ‘afiatkanlah pendengaranku." (Hadis Riwayat Ibnu Syaibah)
Daripada Abdullah ibn Abbas r.a. katanya, Rasulullah SAW bersabda, "Dua jenis nikmat yang kebanyakan manusia menerima kerugian yang besar iaitu kesihatan dan kelapangan." (Hadis Riwayat al-Bukhari)
Seseorang itu hendaklah menjaga kesihatan yang mana kesihatan itu adalah satu nikmat daripada Allah, hendaklah digunakan masa sihat itu dengan amal kebajikan dan amalan salih sebelum sakit. Seseorang itu janganlah mensia-siakan masa lapangnya terbiar begitu sahaja, ianya hendaklah digunakan untuk melakukan semua perintah Allah yang diredai. Kedua nikmat sihat dan kelapangan itu adalah cubaan Allah ke atas manusia. Oleh itu hendaklah digunakan masa sihat dan lapang itu untuk memerangi hawa nafsu. Sesiapa yang berjaya pasti akan mendapat kemenangan begitu juga sebaliknya.


9. Panjang umur di dalam ketaatan
Hampir setiap orang mahu hidup lama, kecuali orang yang putus asa dengan hidup. Paling baik kalau dapat panjang umur sambil berbuat ketaatan kepada Allah. Sabda Rasulullah SAW : "Sesungguhnya sehabis-habis kebahagiaan itu ialah panjang umur di dalam mentaati Allah." (Hadis Riwayat Khotib daripada Abdullah dari bapanya)
Rasulullah SAW bersabda, maksudnya: "Sesiapa yang mati pada masa ia dalam keadaan taatkan Allah, beramal soleh, maka ia dibangkitkan oleh Allah hidup kembali dengan keadaan yang menyukakannya; dan sesiapa yang mati pada masa ia dalam keadaan derhaka kepada Allah, berbuat jahat, maka ia dihidupkan kembali dengan keadaan yang mendukacitakannya." (Hadis Riwayat Jabir r.a.)


10. Mendapat rezeki yang halal
Rasulullah SAW menekankan agar umatnya berusaha mendapatkan rezeki halal kerana ia akan memberkatkan hidup. Dalam satu hadis, baginda mengatakan bahawa mencari rezeki yang halal itu satu jihad. Malah sabdanya: "Amalan yang paling utama itu ialah mencari rezeki dari usaha yang halal." (Hadis Riwayat al-Hakim)
Dari Abdullah bin Amru bin ‘Ash r.a. katanya, Rasulullah SAW bersabda: "Sungguh amat beruntunglah orang yang Islam (berserah diri) dan merasa cukup dengan apa yang direzekikan Allah serta berpada dengan apa yang diberikan-Nya." (Hadis Riwayat Muslim)
Rasulullah SAW telah menasihatkan kita agar melihat kepada orang yang di bawah. Jangan melihat kepada orang yang di atas (lebih bernasib baik) kerana yang demikian itu akan membuatkan kita menjadi tidak bersyukur. Namun itulah masalahnya yang berlaku pada setiap daripada kita. Sentiasa mengejar peluang yang lebih baik. Sentiasa mahukan yang lebih banyak. Tetapi ini bukan pula bererti bahawa kita tidak boleh mengejar yang lebih baik. Rezeki itu hak dan kepunyaan Allah. Maka bermohonlah kepada Yang Memiliki rezeki itu kerana tiada rezeki untuk kita tanpa ada keizinan daripada-Nya.


11. Beroleh keimanan dan ketakwaan
Dengan iman dan takwa, seseorang itu mulia di sisi Allah dan di sisi manusia. Siapa yang tak sukakan kemuliaan? Sabda Rasulullah SAW : "Semulia-mulia manusia adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu." (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)
Baginda juga bersabda : "Hendaklah kamu bertakwa, kerana ia merangkumi semua kebaikan." (Hadis Riwayat Abu Ya’ala)
Sabda Rasulullah SAW lagi yang bermaksud, "Sesungguhnya Allah mengasihi hambanya yang bersifat Taqwa, kaya jiwa serta tidak menonjolkan diri (merendah diri walaupun berpangkat tinggi)." (Hadis Riwayat Muslim)
Yang dimaksudkan dengan kaya di sini ialah kaya jiwa bukan kaya harta sebagaimana yang dinyatakan dalam hadis. Tiga perkara yang apabila dilakukan oleh seseorang maka ia dikasihi oleh Allah SWT ialah :Bertaqwa,Kaya Jiwa (Berakhlak mulia),Tidak menonjolkan diri
Setiap umat Islam hendaklah sentiasa memperbaiki dirinya dari masa ke semasa dengan menanamkan tiga sifat tersebut diatas secara berperingkat-peringkat. Islam menyuruh umatnya supaya bertaqwa kepada Allah dan mempunyai sifat-sifat yang mulia dan berbudi bahasa, jangan bersifat sombong, ego dan sebagainya yang boleh menjatuh dan merendahkan mertabat kemuliaan manusia itu sendiri.


12. Banyak mengingati Allah SWT
Nikmat paling besar yang manusia cari-cari dalam hidup ialah nikmat ketenangan. Orang Mukmin adalah orang yang hidupnya penuh ketenangan. Firman-Nya: "...orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Sesungguhnya hanya dengan mengingati Allah itu, hati akan menjadi tenteram (tenang)." (Surah Ar-Ra’ad, ayat 28)
Sabda Rasulullah SAW : "Aku berpesan kepada kamu semua supaya mengingati Allah, kerana hal itu dapat menghiburkan hati kamu dari segala kesulitan duniawi." (Hadis Riwayat ad-Dailami)
Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud : "Tujuh golongan manusia yang akan diberi perlindungan oleh Allah dalam naungannya di hari yang tiada naungan melainkan perlindungan Allah itu sendiri iaitu: Imam (pemimpin) yang adil, pemuda yang sentiasa beribadat kepada Allah, lelaki yang hatinya sentiasa terpaut dengan masjid, dua orang yang saling cinta mencintai kerana Allah di mana keduanya berkumpul dan berpisah kerana Allah, seorang lelaki yang diajak oleh wanita rupawan serta berkedudukan tinggi untuk melakukan zina, lalu ia menjawab, “Aku takut kepada Allah”, seseorang yang bersedekah dengan sesuatu sedekah lalu
menyembunyikan sedekahnya itu sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dibelanjakan oleh tangan kanannya, seseorang yang mengingati Allah di tempat yang sunyi lalu mengalir air matanya." (Hadis Riwayat at-Tirmidzi)
Orang yang mencintai Allah SWT dengan hati yang ikhlas semestinya akan merasa keagungan dan kebesaran Allah. Oleh itu di saat ia bertafakur kepada Allah akan keluarlah air mata kerinduan dan keinsafan dari dalam dirinya.
Dalam riwayat yang lain pula, Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya : "Tanda cintakan Allah SWT ialah mengingati Allah SWT (zikrullah) dan tanda Allah SWT murka kepada hamba ialah dia tidak suka mengingati Allah." (Hadis Riwayat Baihaqi)
Ciri khas dalam akidah yang wajib ada dalam diri setiap individu adalah perasaan cintakan Allah kerana ia merupakan kayu ukur terpenting dalam menilai kualiti iman seorang muslim yang sebenar.
Antara sifat mereka ialah sentiasa merasa bahagia apabila mengingati Allah iaitu mereka banyak berzikir, mengerjakan sembahyang, membaca al-Quran dan sebagainya sebaliknya bagi orang yang tidak cintakan Allah, dia merasa bosan dan rimas apabila mendengar kalimah-kalimah Allah dan malas untuk berzikir (mengingati Allah) jauh sekali untuk beribadat kepada Allah.
Sesungguhnya orang yang selalu mengingati Allah (di kala senang mahupun susah) akan mendapat pemeliharaan daripada Allah SWT, kehidupannya sentiasa terkawal dan terpimpin, jalan hidupnya sentiasa sejahtera dan selamat.
Sebaliknya mereka yang lalai daripada mengingati Allah, kehidupannya akan didapati kosong, kecewa dan hampa.


13. Berjaya menyucikan jiwa dari mazmumah
Hidup tak akan tenang jika hati penuh hasad dengki, tamak, takut, benci, keluh-kesah dan lain-lain sifat mazmumah. Tidak hairanlah dikatakan, orang yang bersih hatinya dari sifat mazmumah ini adalah orang yang mendapat kebaikan di dunia. Bila menghadapi musibah, dia sabar dan bersangka baik dengan Allah.
Misalnya jika ada orang terganggu dengan turunnya hujan pada waktu hujan itu ‘tak diperlukan’, dia sentiasa mencari hikmah di sebaliknya. Bila dapat nikmat pula, dia bersyukur. Hatinya tak pernah keluh-kesah. Firman Allah Taala: "Sesungguhnya berjaya dan beruntunglah orang yang menyuci (membersihkan) jiwanya." (Surah Al-A’la, ayat 14)


14. Mati di dalam kebaikan (Husnul Khotimah)
Ini merupakan penutup segala kebaikan di dunia. Firman Allah SWT : "….demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertaqwa, (iaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka) Salamun ‘Alaikum." (Surah An-Nahl, ayat 32)
Sabda Rasulullah SAW : "Sebaik-baik amalan itu ialah bahawa kamu berpisah dengan dunia ini sedangkan lidahmu basah berzikir kepada Allah." (Hadis Riwayat Abu Na’im)
Para ulama yang beramal dengan ilmunya melihat sesuatu dengan mata hati. Oleh itu, dalam senarai kebaikan di dunia yang mereka turunkan di atas, tidak ada perkara-perkara berbentuk nikmat zahir semata-mata. Misalnya mereka tidak kata kebaikan di dunia itu ada pada rumah besar, kedudukan tinggi, isteri cantik, duit banyak, nama popular, kenderaan mewah dan lain-lain yang sering kita buru hari ini. Semua ini tidak ada dalam senarai para ulama. Bermakna, mendapat semua itu belum bererti mendapat kebaikan yang hakiki.
Kebaikan di dunia itu sebenarnya milik hamba-hamba Allah yang taat – hamba yang lebih utamakan akhirat dari dunia. Dalam surah an-Nahl ayat 122 dinyatakan bahawa Allah telah mengurniakan kepada Nabi Ibrahim a.s. hasanah (kebaikan) di atas kehidupan dunia.



Ayat ini menjadi dalil bahawa ada kebaikan duniawi yang Allah akan beri kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki. Walaupun mengutamakan akhirat, Allah akan dahulukan bermacam-macam kebaikan buat mereka di dunia lagi. Dan segala kebaikan itu pula bermanfaat untuk akhirat mereka.


رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنۡيَا وَمَا لَهُ ۥ فِى ٱلۡأَخِرَةِ مِنۡ خَلَـٰقٍ۬


رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةً۬ وَفِى ٱلۡأَخِرَةِ حَسَنَةً۬ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ


[2.200] "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat." [2.201] "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka."
Leer completo...

Teman seperjuangan..